Dunia Frustrasi, AS Veto Resolusi PBB Keenam untuk Gencatan Senjata Gaza
Jum'at, 19 September 2025 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Ia melanjutkan, "Sejarah tidak akan menilai pidato kita; sejarah akan menilai tindakan kita. Malu atas ketidakberdayaan. Malu menghadapi genosida yang terjadi di depan mata kita."
Bendjama memperingatkan Dewan Keamanan PBB kini berisiko gagal untuk ketiga kalinya dalam menghentikan genosida, seperti yang terjadi di Rwanda pada tahun 1994 dan Bosnia pada tahun 1995.
Perwakilan Pakistan, Asim Iftikhar Ahmad, menggambarkan veto AS tersebut sebagai "momen gelap di Dewan ini."
"Dunia sedang menyaksikan. Tangisan anak-anak seharusnya menusuk hati kita," ujarnya.
China menuduh Amerika Serikat menyalahgunakan hak vetonya.
Menjelang pemungutan suara, Duta Besar Denmark untuk PBB, Christina Markus Lassen—yang berbicara mewakili 10 anggota—menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
"Kelaparan telah dipastikan terjadi di Gaza—bukan diproyeksikan, bukan dideklarasikan, tetapi dikonfirmasi," tegas dia.
Dia menekankan, "Sementara itu, Israel telah memperluas operasi militernya di Kota Gaza, yang semakin memperparah penderitaan warga sipil. Situasi bencana ini—kegagalan kemanusiaan dan kemanusiaan—adalah yang mendorong kita untuk bertindak hari ini."
Bendjama memperingatkan Dewan Keamanan PBB kini berisiko gagal untuk ketiga kalinya dalam menghentikan genosida, seperti yang terjadi di Rwanda pada tahun 1994 dan Bosnia pada tahun 1995.
Perwakilan Pakistan, Asim Iftikhar Ahmad, menggambarkan veto AS tersebut sebagai "momen gelap di Dewan ini."
"Dunia sedang menyaksikan. Tangisan anak-anak seharusnya menusuk hati kita," ujarnya.
China menuduh Amerika Serikat menyalahgunakan hak vetonya.
Menjelang pemungutan suara, Duta Besar Denmark untuk PBB, Christina Markus Lassen—yang berbicara mewakili 10 anggota—menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
"Kelaparan telah dipastikan terjadi di Gaza—bukan diproyeksikan, bukan dideklarasikan, tetapi dikonfirmasi," tegas dia.
Dia menekankan, "Sementara itu, Israel telah memperluas operasi militernya di Kota Gaza, yang semakin memperparah penderitaan warga sipil. Situasi bencana ini—kegagalan kemanusiaan dan kemanusiaan—adalah yang mendorong kita untuk bertindak hari ini."
Lihat Juga :