Kebocoran 100.000 Dokumen Ungkap Ekspor Sistem Sensor Internet China
Jum'at, 19 September 2025 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
DIT yang didirikan Xia pada 2001 dikenal mengembangkan Freegate dan perangkat lunak lain yang memungkinkan pengguna internet di China melewati Great Firewall. Ia menggambarkan kebocoran ini sebagai pukulan “menghancurkan” bagi Geedge, yang diprediksi akan menggerus kepercayaan di kalangan karyawan serta membuka praktik internal sensitif perusahaan tersebut.
Dokumen bocor itu memperlihatkan upaya Geedge dalam membongkar perangkat anti-sensor dan menerapkan teknologi deep packet inspection (DPI). Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran represi digital secara global serta dampaknya jangka panjang terhadap kebebasan daring.
Rekaman yang bocor mencakup korespondensi, catatan rapat, cetak biru teknis produk, sistem penggantian biaya, hingga data personalia.
Peneliti di InterSecLab yang menganalisis data tersebut mengonfirmasi kontrak Geedge dengan pemerintah Kazakhstan, Ethiopia, Pakistan, Myanmar, dan satu negara yang tidak disebutkan namanya. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan otoritas di Xinjiang, wilayah yang luas dikritik karena pengawasan ketat dan pelanggaran HAM.
Sejumlah dokumen yang bocor turut memperlihatkan upaya Geedge untuk membongkar alat bypass sensor, khususnya yang berbasis open source. Meski proyek open source kerap dipuji karena sifat kolaboratifnya, Xia berpendapat bahwa justru lebih mudah bagi perusahaan pengawasan untuk menganalisis dan memblokirnya.
Dokumen bocor itu memperlihatkan upaya Geedge dalam membongkar perangkat anti-sensor dan menerapkan teknologi deep packet inspection (DPI). Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran represi digital secara global serta dampaknya jangka panjang terhadap kebebasan daring.
Rekaman yang bocor mencakup korespondensi, catatan rapat, cetak biru teknis produk, sistem penggantian biaya, hingga data personalia.
Peneliti di InterSecLab yang menganalisis data tersebut mengonfirmasi kontrak Geedge dengan pemerintah Kazakhstan, Ethiopia, Pakistan, Myanmar, dan satu negara yang tidak disebutkan namanya. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan otoritas di Xinjiang, wilayah yang luas dikritik karena pengawasan ketat dan pelanggaran HAM.
Penyebaran Represi Digital
Sejumlah dokumen yang bocor turut memperlihatkan upaya Geedge untuk membongkar alat bypass sensor, khususnya yang berbasis open source. Meski proyek open source kerap dipuji karena sifat kolaboratifnya, Xia berpendapat bahwa justru lebih mudah bagi perusahaan pengawasan untuk menganalisis dan memblokirnya.
Lihat Juga :