Arab Saudi Tandatangani Pakta Pertahanan Bersama dengan Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Kamis, 18 September 2025 - 07:23 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berpelukan pada hari penandatanganan perjanjian pertahanan, di Riyadh, Arab Saudi, 17 September 2025. Foto/Saudi Press Agency
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi dan Pakistan yang bersenjata nuklir menandatangani pakta pertahanan bersama secara resmi. Kabar itu dilaporkan media pemerintah kedua negara.
Langkah ini secara signifikan memperkuat kemitraan keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
“Perjanjian ini, yang mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk meningkatkan keamanan mereka dan mencapai keamanan serta perdamaian di kawasan dan dunia, bertujuan mengembangkan aspek-aspek kerja sama pertahanan antara kedua negara dan memperkuat pencegahan bersama terhadap setiap agresi. Perjanjian tersebut menyatakan setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap keduanya,” ungkap pernyataan bersama yang dipublikasikan pada hari Rabu, menurut Saudi Press Agency.
“Pakta pertahanan ini didasarkan pada kemitraan bersejarah antara kedua negara, dan kepentingan strategis bersama serta kerja sama pertahanan yang erat,” papar pernyataan itu.
“Dalam pertemuan mereka di Riyadh pada hari Rabu (17/9/2025), Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas cara-cara untuk meningkatkan kemitraan strategis antara kedua negara yang bersaudara di berbagai bidang,” papar laporan SPA.
SPA menambahkan, "Mereka juga bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional, isu-isu kepentingan bersama, dan upaya-upaya yang bertujuan mencapai keamanan dan stabilitas."
Sharif saat ini sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi.
"Perjanjian ini merupakan puncak dari diskusi bertahun-tahun. Ini bukan respons terhadap negara-negara tertentu atau peristiwa-peristiwa tertentu, melainkan pelembagaan kerja sama yang telah terjalin lama dan mendalam antara kedua negara kita," ujar seorang pejabat senior Saudi kepada kantor berita Reuters ketika ditanya tentang waktu penandatanganannya.
"Ini adalah perjanjian pertahanan komprehensif yang mencakup semua sarana militer," papar pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, ketika ditanya apakah pakta pertahanan bersama tersebut mencakup penggunaan senjata nuklir Pakistan jika diperlukan.
Kesepakatan antara kedua negara ini terjadi dua hari setelah sidang gabungan luar biasa antara Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) digelar, menyusul serangan Israel terhadap ibu kota Qatar, Doha, pada 9 September.
Negara-negara Arab dan Islam secara luas mengutuk serangan Israel, yang menargetkan anggota kepemimpinan politik Hamas saat mereka berkumpul untuk membahas proposal gencatan senjata yang didukung AS.
Pejabat senior Saudi tersebut menekankan hubungan negaranya dengan India yang bersenjata nuklir tetap kuat. India dan Pakistan sempat berperang singkat pada bulan Mei.
"Hubungan kami dengan India lebih kuat dari sebelumnya. Kami akan terus mengembangkan hubungan ini dan berupaya berkontribusi bagi perdamaian regional dengan cara apa pun yang kami bisa," ungkap pejabat itu.
Pakistan dan Arab Saudi telah menjalin hubungan perdagangan dan militer yang erat selama beberapa dekade.
Sejak 1967, Pakistan telah melatih lebih dari 8.200 personel angkatan bersenjata Saudi, dan kedua belah pihak juga telah mengadakan beberapa latihan militer gabungan.
Baca juga: Upaya Pembunuhan Israel di Qatar, Pejabat Hamas Ungkap Kejadian Sebenarnya
Langkah ini secara signifikan memperkuat kemitraan keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
“Perjanjian ini, yang mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk meningkatkan keamanan mereka dan mencapai keamanan serta perdamaian di kawasan dan dunia, bertujuan mengembangkan aspek-aspek kerja sama pertahanan antara kedua negara dan memperkuat pencegahan bersama terhadap setiap agresi. Perjanjian tersebut menyatakan setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap keduanya,” ungkap pernyataan bersama yang dipublikasikan pada hari Rabu, menurut Saudi Press Agency.
“Pakta pertahanan ini didasarkan pada kemitraan bersejarah antara kedua negara, dan kepentingan strategis bersama serta kerja sama pertahanan yang erat,” papar pernyataan itu.
“Dalam pertemuan mereka di Riyadh pada hari Rabu (17/9/2025), Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas cara-cara untuk meningkatkan kemitraan strategis antara kedua negara yang bersaudara di berbagai bidang,” papar laporan SPA.
SPA menambahkan, "Mereka juga bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional, isu-isu kepentingan bersama, dan upaya-upaya yang bertujuan mencapai keamanan dan stabilitas."
Sharif saat ini sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi.
"Perjanjian ini merupakan puncak dari diskusi bertahun-tahun. Ini bukan respons terhadap negara-negara tertentu atau peristiwa-peristiwa tertentu, melainkan pelembagaan kerja sama yang telah terjalin lama dan mendalam antara kedua negara kita," ujar seorang pejabat senior Saudi kepada kantor berita Reuters ketika ditanya tentang waktu penandatanganannya.
"Ini adalah perjanjian pertahanan komprehensif yang mencakup semua sarana militer," papar pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, ketika ditanya apakah pakta pertahanan bersama tersebut mencakup penggunaan senjata nuklir Pakistan jika diperlukan.
Kesepakatan antara kedua negara ini terjadi dua hari setelah sidang gabungan luar biasa antara Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) digelar, menyusul serangan Israel terhadap ibu kota Qatar, Doha, pada 9 September.
Negara-negara Arab dan Islam secara luas mengutuk serangan Israel, yang menargetkan anggota kepemimpinan politik Hamas saat mereka berkumpul untuk membahas proposal gencatan senjata yang didukung AS.
Pejabat senior Saudi tersebut menekankan hubungan negaranya dengan India yang bersenjata nuklir tetap kuat. India dan Pakistan sempat berperang singkat pada bulan Mei.
"Hubungan kami dengan India lebih kuat dari sebelumnya. Kami akan terus mengembangkan hubungan ini dan berupaya berkontribusi bagi perdamaian regional dengan cara apa pun yang kami bisa," ungkap pejabat itu.
Pakistan dan Arab Saudi telah menjalin hubungan perdagangan dan militer yang erat selama beberapa dekade.
Sejak 1967, Pakistan telah melatih lebih dari 8.200 personel angkatan bersenjata Saudi, dan kedua belah pihak juga telah mengadakan beberapa latihan militer gabungan.
Baca juga: Upaya Pembunuhan Israel di Qatar, Pejabat Hamas Ungkap Kejadian Sebenarnya
(sya)
Lihat Juga :