Punya Senjata Nuklir, Pakistan Serukan Pembentukan Aliansi NATO Islam

Kamis, 18 September 2025 - 05:10 WIB
loading...
Punya Senjata Nuklir,...
Pakistan mengusulkan pembentukan aliansi NATO Islam. Foto/X
A A A
DOHA - Menteri Pertahanan Pakistan , Khawaja Asif, mengatakan bahwa agresi Israel baru-baru ini terhadap Qatar tidak dilakukan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Amerika. Ia mengatakan bahwa sudah waktunya bagi negara-negara Muslim untuk membentuk aliansi militer bergaya NATO Islam guna mengatasi tantangan bersama.

Asif menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Pakistan, Geo News, pada hari Selasa, setelah pertemuan puncak darurat Arab-Islam di Qatar, yang diadakan sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap para pemimpin gerakan perlawanan Palestina, Hamas, di Doha pekan lalu.

Menteri Pakistan tersebut lebih lanjut mendesak umat Islam untuk "mengenali musuh yang bersahabat" dan "mengatasi tantangan bersama", seraya menekankan bahwa "mereka harus membentuk NATO Islam."

Jet F-35I dan F-15I Israel menyerang Doha pada 9 September 2025, menargetkan para pemimpin Hamas dalam operasi yang mengungkap ketergantungan pada batasan sistem siluman, kelemahan eksekusi, dan kerentanan pertahanan Teluk Persia.

Baca Juga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel

Melansir Press TV, Asif juga menunjukkan pergeseran opini publik di dunia Barat, dengan mencatat bahwa bahkan di Amerika Serikat, terdapat peningkatan oposisi terhadap Israel.

Ia mengatakan Israel melancarkan serangan terhadap para pemimpin Hamas "dengan persetujuan Washington", dan memperingatkan bahwa "kita akan menyaksikan konsekuensinya dalam waktu dekat."

Asif lebih lanjut menekankan keterlibatan Amerika dalam kemunculan al-Qaeda, dan peran CIA dalam membawa mantan pemimpin kelompok teroris Takfiri, Osama bin Laden, dari Sudan ke wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, beliau menyinggung perkembangan yang sedang berlangsung di Suriah, khususnya pergantian rezim, dan menggambarkannya sebagai indikasi persetujuan diam-diam Amerika.

Ia juga menekankan perlunya umat Islam membentuk aliansi militer seperti NATO, dengan tujuan utama pertahanan bersama, alih-alih menargetkan negara tertentu.

Para pemimpin negara-negara Arab dan Islam memperingatkan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap para pemimpin Hamas menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas regional.

Pada 9 September, rezim Israel meluncurkan rudal ke daerah permukiman di Doha, yang menargetkan para pemimpin Hamas, yang sedang bertemu untuk membahas usulan gencatan senjata di Gaza oleh Presiden AS Donald Trump.

Para pemimpin Hamas selamat dari serangan tersebut; namun, lima anggota kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza dan seorang petugas keamanan Qatar tewas.

Qatar, bersama dengan AS dan Mesir, telah menjadi mediator dalam negosiasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 64.964 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak Oktober 2023.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved