5 Fakta Zapad 2025, dari Simulasi Invasi ke Eropa hingga Pasukan NATO Siaga Tinggi

Kamis, 18 September 2025 - 03:10 WIB
loading...
5 Fakta Zapad 2025,...
Latihan militer Zapada 2025 sukses digelar. Foto/X/@wartranslated
A A A
MOSKOW - Latihan militer gabungan antara pasukan Rusia dan Belarusia digelar di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Dijuluki "Zapad", istilah Rusia untuk "barat", latihan ini akan menampilkan aktivitas militer yang signifikan di wilayah-wilayah yang dekat dengan perbatasan utama Eropa dan di tengah meningkatnya agresi Rusia baru-baru ini, baik dalam perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina maupun, sekarang, melawan negara-negara tetangga NATO.

5 Fakta Zapad 2025, dari Simulasi Invasi ke Eropa hingga Pasukan NATO Siaga Tinggi

1. Simulasi Invasi ke Eropa

Melansir DW, Zapad, yang diadakan setiap empat tahun, mempertemukan Rusia dan sekutu utamanya di Eropa, Belarusia, dalam latihan militer gabungan di masing-masing wilayah mereka.

Latihan ini dianggap sebagai peristiwa penting bagi pasukan "Negara Persatuan", sebuah kemitraan ekonomi dan pertahanan gabungan antara kedua negara. Tujuan latihan ini adalah untuk mensimulasikan dan mempersiapkan kemungkinan konflik.

Latihan Zapad pasca-Soviet pertama terjadi pada tahun 1999 dan telah berlangsung setiap empat tahun sejak 2009. Latihan gabungan terakhir diadakan pada tahun 2021, sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina. Latihan tahun ini akan berlangsung dari 12 hingga 16 September.

Baca Juga: Negara NATO Batalkan Kontrak Senjata Israel Senilai Rp19 Triliun

2. Digelar di Perbatasan Negara-negara Eropa

Zapad 2025 akan berlangsung terutama di Belarus, yang berbatasan dengan beberapa negara anggota Uni Eropa dan NATO — Polandia, Latvia, dan Lituania — serta Ukraina. Lokasi yang dilaporkan untuk kegiatan ini meliputi kota Barysaw, sekitar 74 kilometer (46 mil) timur laut ibu kota Belarusia, Minsk, dan wilayah Grodno, yang berbatasan dengan Polandia dan Lituania.

Beberapa latihan akan berlangsung di Rusia bagian barat, dan pengerahan angkatan laut juga telah dilakukan di Laut Baltik dan Laut Barents, serta Samudra Arktik.

3. 200.000 Pasukan Terlibat

Sekitar 200.000 pasukan dari Rusia dan Belarusia terlibat dalam Zapad edisi 2021. Jumlah tersebut sebelum invasi skala penuh ke Ukraina, yang telah mengakibatkan kerugian signifikan bagi pasukan Rusia.

Namun, para analis memperingatkan bahwa Rusia dan Belarus mungkin sengaja meremehkan jumlah partisipasi Zapad. Laporan terbaru dari kedua negara peserta menunjukkan kurang dari 13.000 pasukan diperkirakan akan menghadiri latihan pada tahun 2025.

4. Berbagai Teknologi Militer Terbaru Digunakan

Laporan dari pasukan Rusia dan Belarusia menyebutkan bahwa Zapad akan menggunakan kendaraan lapis baja berat, helikopter, dan kapal sebagai bagian dari latihan di kedua negara. Drone, teknologi peperangan elektronik, dan kecerdasan buatan juga diperkirakan akan digunakan.

Latihan di kedua negara akan mensimulasikan operasi untuk menangkis serangan musuh dan melatih serangan rudal terhadap target di darat. Belarusia juga telah mengonfirmasi bahwa latihan persiapan penggunaan rudal Oreshnik berkemampuan nuklir Rusia juga akan dilakukan.

5. Pasukan NATO Siaga Penuh

Zapad 2021 memberikan kesempatan bagi pasukan Rusia untuk tetap berada di Belarus selama beberapa bulan guna melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina secara lebih efektif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved