Lebih Berbahaya Dibanding S-300, Pertahanan Udara Israel di Siprus Bisa Capai Turki

Selasa, 16 September 2025 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Dengan jangkauan hingga 460 km, sistem ini menyediakan "payung digital" yang mencakup sebagian besar wilayah udara Turki selatan.

Turki dan Siprus selatan hampir berperang pada tahun 1997 setelah Siprus selatan berupaya memperoleh dua sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia, yang memicu ancaman respons militer habis-habisan dari Ankara.

Krisis berakhir ketika Yunani menerima S-300 di wilayahnya, sementara Siprus mencari sistem alternatif.

“Sistem ini jauh lebih berbahaya daripada S-300, yang (Siprus selatan) pesan dari Rusia pada tahun 1997 tetapi tidak pernah dikerahkan,” ungkap Arda Mevlutoglu, analis pertahanan terkemuka Turki.

Dia menjelaskan, “Mengingat kondisi hubungan militer antara Israel dan pemerintahan Siprus Yunani saat ini, sistem pertahanan udara dan radar yang kuat ini niscaya akan menjadi elemen sentral jaringan intelijen Israel di Mediterania timur.”

Menurut Mevlutoglu, Barak MX menimbulkan ancaman signifikan bagi pasukan udara dan darat Turki, baik di Siprus maupun di Mediterania timur yang lebih luas, karena radarnya juga mampu mendeteksi tembakan artileri, mortir, dan baterai roket dalam jarak 100 km.

Namun, Reporter mengutip sumber yang menyatakan Barak MX versi Siprus mungkin tidak mencakup semua fitur yang diiklankan, karena sistem tersebut dirancang khusus untuk setiap negara klien.

Yanki Bagcioglu, pensiunan laksamana muda dan wakil ketua partai oposisi Turki CHP, menyebut pengerahan sistem tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
2 Jenderal IRGC Tewas...
2 Jenderal IRGC Tewas dalam Serangan Udara Israel di Damaskus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved