Nasib Warga Korut di Bawah Kim Jong-un: Nonton Film Asing, Nyawa Melayang

Selasa, 16 September 2025 - 10:36 WIB
loading...
Nasib Warga Korut di...
Laporan PBB ungkap rezim Kim Jong-un di Korea Utara semakin meningkatkan eksekusi mati, termasuk bagi warga yang ketahuan menonton dan membagikan film asing. Foto/Screenshot video BBC
A A A
SEOUL - Sebuah laporan penting PBB mengungkap rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) semakin meningkatkan penerapan eksekusi mati, termasuk bagi warga yang ketahuan menonton dan membagikan film asing.

Menurut laporan tersebut, rezim Kim, yang sebagian besar masih terisolasi dari dunia, juga menjadikan rakyatnya sasaran kerja paksa sambil semakin membatasi kebebasan mereka.

Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menemukan bahwa selama dekade terakhir, negara Korea Utara telah memperketat kendali atas semua aspek kehidupan warganya.

"Tidak ada populasi lain yang berada di bawah pembatasan seperti itu di dunia saat ini," bunyi laporan kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa pengawasan telah menjadi "lebih meluas", sebagian dibantu oleh kemajuan teknologi.

Baca Juga: Pasukan Khusus AS Gagal Sadap Kim Jong-un, Trump: Saya Tak Tahu Apa-apa Tentang Itu

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Türk, mengatakan bahwa jika situasi ini berlanjut, warga Korea Utara akan mengalami lebih banyak penderitaan, penindasan brutal, dan ketakutan yang telah mereka alami begitu lama.

Laporan tersebut, yang didasarkan pada lebih dari 300 wawancara dengan orang-orang yang melarikan diri dari Korea Utara dalam 10 tahun terakhir, menemukan bahwa hukuman mati semakin sering digunakan.

Setidaknya enam undang-undang baru telah diperkenalkan sejak 2015 yang memungkinkan hukuman mati dijatuhkan. Salah satu kejahatan yang kini dapat dihukum mati adalah menonton dan membagikan konten media asing seperti film dan drama televisi, karena Kim Jong-un berupaya membatasi akses masyarakat terhadap informasi.

Para pembelot mengatakan kepada para peneliti PBB bahwa sejak 2020 dan seterusnya, telah terjadi lebih banyak eksekusi karena mendistribusikan konten asing. Mereka menjelaskan bagaimana eksekusi ini dilakukan oleh regu tembak di depan umum untuk menanamkan rasa takut pada orang-orang dan mencegah mereka melanggar hukum.

Kang Gyuri, yang melarikan diri pada tahun 2023, mengatakan kepada BBC bahwa tiga temannya dieksekusi setelah tertangkap membawa konten Korea Selatan. Dia mengaku pernah menghadiri persidangan seorang teman berusia 23 tahun yang dijatuhi hukuman mati.

"Dia diadili bersama para penjahat narkoba. Kejahatan-kejahatan ini diperlakukan sama sekarang," katanya, seraya menambahkan bahwa sejak tahun 2020 orang-orang menjadi lebih takut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved