Pasukan Khusus AS Gagal Sadap Kim Jong-un, Trump: Saya Tak Tahu Apa-apa Tentang Itu

Minggu, 07 September 2025 - 08:13 WIB
loading...
Pasukan Khusus AS Gagal...
Misi rahasia Navy SEAL Team 6 Red Squadron menyadap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un gagal. Foto/Defence Security Asia
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah mengetahui laporan kegagalan operasi rahasia unit pasukan khusus Angkatan Laut (Navy), SEAL Team 6 Red Squadron, di Korea Utara (Korut). Dia mengatakan baru tahu informasi tentang misi tahun 2019 tersebut.

Misi unit pasukan khusus itu gagal mencapai tujuan intelijen terhadap negara yang pejabatnya telah terlibat dalam pembicaraan diplomatik yang sensitif dengan Washington.

Pentagon dan Gedung Putih jarang—bahkan mungkin tidak pernah—berkomentar tentang misi SEAL Team 6.

Baca Juga: Navy SEAL Gelar Misi Rahasia di Korea Utara, Gagal atau Sukses?

Trump terus mengupayakan perundingan dengan Korea Utara sejak kembali menjabat untuk masa jabatan keduanya, tetapi mendapati negara itu kurang reseptif dibandingkan selama masa kepresidenan pertamanya. Para pejabat Korea Utara menolak surat dari Trump yang dimaksudkan untuk membuka pintu dialog dengan pemimpin mereka, Kim Jong-un.

Tujuan nyata dari perundingan ini adalah langkah-langkah menuju kesepakatan damai antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang mengakhiri ketegangan selama puluhan tahun antara kedua negara tetangga tersebut.

The New York Times pada hari Jumat merilis laporan tentang operasi tahun 2019 tersebut, di mana Navy SEAL Team 6 untuk memasang alat penyadap yang memungkinkan Amerika Serikat menyadap komunikasi dari Kim Jong-un ketika AS sedang mengadakan perundingan nuklir tingkat tinggi dengan Korea Utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved