Paus Leo Sindir Gaji Miliader Elon Musk: Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin Terus Melebar
Selasa, 16 September 2025 - 08:54 WIB
loading...
Pemimpin Vatikan Paus Leo prihatinan kesenjangan si kaya dan si miskin terus melebar. Dia sindir Elon Musk yang sedang dalam perjalanan menjadi triliuner pertama di dunia. Foto/Roya News
A
A
A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinannya atas kesenjangan si kaya dan si miskin yang terus melebar. Dia secara spesifik menyindir miliarder Elon Musk, yang dilaporkan sedang dalam perjalanan menjadi triliuner pertama di dunia.
Paus Leo menyampaikan pernyataan tersebut saat mengkritik paket gaji eksekutif dalam wawancara pertamanya dengan media.
Merefleksikan mengapa dunia begitu terpolarisasi, dia mengatakan: "Salah satu faktor signifikan adalah kesenjangan yang terus melebar antara tingkat pendapatan kelas pekerja dan uang yang diterima orang-orang terkaya."
"Para CEO yang 60 tahun lalu mungkin berpenghasilan empat hingga enam kali lipat dari yang diterima para pekerja...600 kali lipat [sekarang]," katanya dalam wawancara dengan Elise Ann Allen, seorang koresponden senior untuk surat kabar Katolik; Crux sebagai bagian dari biografi yang akan terbit.
Baca Juga: Bos Nippon Paint Meninggal, Warisannya Bikin 6 Cucu Jadi Miliarder Dadakan
"Kemarin [ada] berita bahwa Elon Musk akan menjadi triliuner pertama di dunia. Apa artinya dan apa maksudnya? Jika hanya itu yang masih bernilai, maka kita berada dalam masalah besar," paparnya, yang dikutip The Guardian, Selasa (16/9/2025).
Awal bulan ini, dewan direksi produsen mobil listrik Tesla mengatakan telah mengusulkan paket gaji triliunan dolar baru untuk Musk, kepala eksekutif dan pemegang saham terbesarnya, jika dia mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan.
Menguraikan paket insentif tersebut, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perusahaan, dalam pembaruan pasar saham, perusahaan tersebut mengatakan: "Ya, Anda tidak salah baca."
Musk, yang juga pemilik X.com dan SpaceX, diminta meningkatkan nilai Tesla dari lebih dari USD1 triliun saat ini menjadi USD8,5 triliun dalam 10 tahun.
Leo, yang terpilih pada bulan Mei sebagai paus Amerika Serikat (AS) pertama setelah meninggalnya Paus Fransiskus, juga berbicara tentang beberapa bulan pertamanya sebagai paus, dengan mengatakan: "Masih ada kurva pembelajaran yang sangat besar di depan saya."
Paus Leo, yang berusia 70 tahun pada hari Minggu, sejauh ini terbukti jauh lebih rendah hati daripada pendahulunya, meskipun mereka memiliki pandangan politik progresif yang serupa.
Mediang Paus Fransiskus sering berselisih dengan Presiden AS Donald Trump, terkait kebijakan imigrasi garis kerasnya, sementara Paus Leo, yang sebelumnya bernama Kardinal Robert Prevost, juga mengkritik kebijakan Trump di akun X-nya sebelum menjadi paus.
Brian Burch, duta besar baru Trump untuk Vatikan, yang sangat kritis terhadap mendiang Paus Fransiskus, memberikan Leo kue ulang tahun cokelat saat pertemuan pada hari Sabtu dalam upaya untuk memelihara hubungan persahabatan.
Paus Leo menyampaikan pernyataan tersebut saat mengkritik paket gaji eksekutif dalam wawancara pertamanya dengan media.
Merefleksikan mengapa dunia begitu terpolarisasi, dia mengatakan: "Salah satu faktor signifikan adalah kesenjangan yang terus melebar antara tingkat pendapatan kelas pekerja dan uang yang diterima orang-orang terkaya."
"Para CEO yang 60 tahun lalu mungkin berpenghasilan empat hingga enam kali lipat dari yang diterima para pekerja...600 kali lipat [sekarang]," katanya dalam wawancara dengan Elise Ann Allen, seorang koresponden senior untuk surat kabar Katolik; Crux sebagai bagian dari biografi yang akan terbit.
Baca Juga: Bos Nippon Paint Meninggal, Warisannya Bikin 6 Cucu Jadi Miliarder Dadakan
"Kemarin [ada] berita bahwa Elon Musk akan menjadi triliuner pertama di dunia. Apa artinya dan apa maksudnya? Jika hanya itu yang masih bernilai, maka kita berada dalam masalah besar," paparnya, yang dikutip The Guardian, Selasa (16/9/2025).
Awal bulan ini, dewan direksi produsen mobil listrik Tesla mengatakan telah mengusulkan paket gaji triliunan dolar baru untuk Musk, kepala eksekutif dan pemegang saham terbesarnya, jika dia mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan.
Menguraikan paket insentif tersebut, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perusahaan, dalam pembaruan pasar saham, perusahaan tersebut mengatakan: "Ya, Anda tidak salah baca."
Musk, yang juga pemilik X.com dan SpaceX, diminta meningkatkan nilai Tesla dari lebih dari USD1 triliun saat ini menjadi USD8,5 triliun dalam 10 tahun.
Leo, yang terpilih pada bulan Mei sebagai paus Amerika Serikat (AS) pertama setelah meninggalnya Paus Fransiskus, juga berbicara tentang beberapa bulan pertamanya sebagai paus, dengan mengatakan: "Masih ada kurva pembelajaran yang sangat besar di depan saya."
Paus Leo, yang berusia 70 tahun pada hari Minggu, sejauh ini terbukti jauh lebih rendah hati daripada pendahulunya, meskipun mereka memiliki pandangan politik progresif yang serupa.
Mediang Paus Fransiskus sering berselisih dengan Presiden AS Donald Trump, terkait kebijakan imigrasi garis kerasnya, sementara Paus Leo, yang sebelumnya bernama Kardinal Robert Prevost, juga mengkritik kebijakan Trump di akun X-nya sebelum menjadi paus.
Brian Burch, duta besar baru Trump untuk Vatikan, yang sangat kritis terhadap mendiang Paus Fransiskus, memberikan Leo kue ulang tahun cokelat saat pertemuan pada hari Sabtu dalam upaya untuk memelihara hubungan persahabatan.
(mas)
Lihat Juga :