Cerita Demonstran Gen-Z Nepal Bangga Gulingkan Pemerintah Korup meski Ditembak
Senin, 15 September 2025 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
"Pengorbanan mereka yang meninggal dan terluka tidak boleh sia-sia," katanya.
"Ini telah menggulingkan pemerintah dan membentuk pemerintah baru...kita tidak ingin negara ini kembali ke keadaan semula," katanya.
Ibunya, seorang guru sekolah negeri, Bhawani Dhakal (45), memberinya uang untuk naik bus guna bergabung dalam protes dari kampung halaman mereka, 30 kilometer (19 mil) jauhnya.
Dhakal mengatakan dia telah berunjuk rasa bersama guru-guru lain menentang rancangan undang-undang (RUU) pendidikan awal tahun ini, tetapi tidak membuahkan hasil apa pun.
"Sungguh menakjubkan mereka membawa perubahan hanya dalam 24 jam," katanya. "Putra-putra kami menggulingkan semua pemimpin yang korup."
Subash Dhakal mengatakan dia bangga dengan perannya.
"Saya sama sekali tidak menyesal," katanya.
"Saya melakukannya bukan hanya untuk diri saya sendiri. Ini untuk semua orang, dari keluarga hingga semua saudara. Rasa sakit ini memang sementara, tetapi ini pasti akan membawa perubahan."
"Ini telah menggulingkan pemerintah dan membentuk pemerintah baru...kita tidak ingin negara ini kembali ke keadaan semula," katanya.
Ibunya, seorang guru sekolah negeri, Bhawani Dhakal (45), memberinya uang untuk naik bus guna bergabung dalam protes dari kampung halaman mereka, 30 kilometer (19 mil) jauhnya.
Dhakal mengatakan dia telah berunjuk rasa bersama guru-guru lain menentang rancangan undang-undang (RUU) pendidikan awal tahun ini, tetapi tidak membuahkan hasil apa pun.
"Sungguh menakjubkan mereka membawa perubahan hanya dalam 24 jam," katanya. "Putra-putra kami menggulingkan semua pemimpin yang korup."
Subash Dhakal mengatakan dia bangga dengan perannya.
"Saya sama sekali tidak menyesal," katanya.
"Saya melakukannya bukan hanya untuk diri saya sendiri. Ini untuk semua orang, dari keluarga hingga semua saudara. Rasa sakit ini memang sementara, tetapi ini pasti akan membawa perubahan."
(mas)
Lihat Juga :