Kremlin: NATO Sedang Perang Melawan Rusia!
Senin, 15 September 2025 - 18:09 WIB
loading...
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebut NATO sedang berperang melawan Rusia. Foto/The New York Times
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov blakblakan menyebut NATO sedang berperang melawan Rusia. Menurutnya, aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) itu telah memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung kepada Ukraina.
"NATO sedang berperang dengan Rusia. Ini jelas, dan tidak memerlukan bukti tambahan," kata Peskov, sebagaimana dikutip dari kantor berita RIA Novosti, Senin (15/9/2025).
"NATO secara de facto terlibat dalam perang ini," lanjut juru bicara Presiden Vladimir Putin tersebut, mengacu pada perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung sejak Februari 2022.
Baca Juga: Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Canggih di Depan Pintu NATO, Targetnya Hancur
Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski sebelumnya mengatakan bahwa, terlepas dari serangan pesawat nirawak Rusia ke wilayah udara Polandia, yang mengharuskan beberapa pesawat ditembak jatuh, NATO tidak sedang berperang dengan Rusia.
Ukraina telah menerima bantuan substansial dari sekutu NATO, termasuk AS, selama pertahanannya melawan invasi Rusia yang sedang berlangsung.
Namun, NATO tidak secara langsung terlibat dalam perang Rusia-Ukraina, dan pasukannya juga tidak dikerahkan ke sana Ukraina untuk berperang. Ukraina pun bukan anggota NATO.
Menanggapi serangan pesawat nirawak Rusia baru-baru ini—sebuah tuduhan yang menurut Moskow tidak memiliki bukti—Polandia memicu Pasal 4 NATO, memperingatkan sekutu-sekutu lainnya tentang ancaman signifikan terhadap integritas teritorialnya dan secara resmi memulai konsultasi tentang cara menanggapinya.
Pasal 5 NATO mewajibkan sekutu untuk melakukan pertahanan kolektif jika salah satu dari mereka diserang senjata oleh negara lain. Polandia tidak berusaha memicu Pasal 5 terkait insiden pesawat nirawak Rusia baru-baru ini.
Selain sedang berperang melawan Ukraina, Rusia saat ini menggelar latihan perang berskala besar yang diberi nama Zapad 2025. Latihan bersama Belarusia ini mencakup uji tembak rudal hipersonik canggih Zircon di Laut Barents, wilayah Arktik yang secara geografis merupakan "pintu gerbang" NATO.
Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu membagikan rekaman video yang menunjukkan kapal perangnya menguji tembak rudal Zircon.
"Target tersebut hancur oleh serangan langsung," kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram.
Rusia secara rutin mengadakan latihan perang, tetapi Zapad 2025 dimulai tepat setelah hampir 20 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah Polandia, anggota NATO. Manuver Moskow ini disebut oleh Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, sebagai "ujian" bagi aliansi Barat.
"NATO sedang berperang dengan Rusia. Ini jelas, dan tidak memerlukan bukti tambahan," kata Peskov, sebagaimana dikutip dari kantor berita RIA Novosti, Senin (15/9/2025).
"NATO secara de facto terlibat dalam perang ini," lanjut juru bicara Presiden Vladimir Putin tersebut, mengacu pada perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung sejak Februari 2022.
Baca Juga: Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Canggih di Depan Pintu NATO, Targetnya Hancur
Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski sebelumnya mengatakan bahwa, terlepas dari serangan pesawat nirawak Rusia ke wilayah udara Polandia, yang mengharuskan beberapa pesawat ditembak jatuh, NATO tidak sedang berperang dengan Rusia.
Ukraina telah menerima bantuan substansial dari sekutu NATO, termasuk AS, selama pertahanannya melawan invasi Rusia yang sedang berlangsung.
Namun, NATO tidak secara langsung terlibat dalam perang Rusia-Ukraina, dan pasukannya juga tidak dikerahkan ke sana Ukraina untuk berperang. Ukraina pun bukan anggota NATO.
Menanggapi serangan pesawat nirawak Rusia baru-baru ini—sebuah tuduhan yang menurut Moskow tidak memiliki bukti—Polandia memicu Pasal 4 NATO, memperingatkan sekutu-sekutu lainnya tentang ancaman signifikan terhadap integritas teritorialnya dan secara resmi memulai konsultasi tentang cara menanggapinya.
Pasal 5 NATO mewajibkan sekutu untuk melakukan pertahanan kolektif jika salah satu dari mereka diserang senjata oleh negara lain. Polandia tidak berusaha memicu Pasal 5 terkait insiden pesawat nirawak Rusia baru-baru ini.
Selain sedang berperang melawan Ukraina, Rusia saat ini menggelar latihan perang berskala besar yang diberi nama Zapad 2025. Latihan bersama Belarusia ini mencakup uji tembak rudal hipersonik canggih Zircon di Laut Barents, wilayah Arktik yang secara geografis merupakan "pintu gerbang" NATO.
Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu membagikan rekaman video yang menunjukkan kapal perangnya menguji tembak rudal Zircon.
"Target tersebut hancur oleh serangan langsung," kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram.
Rusia secara rutin mengadakan latihan perang, tetapi Zapad 2025 dimulai tepat setelah hampir 20 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah Polandia, anggota NATO. Manuver Moskow ini disebut oleh Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, sebagai "ujian" bagi aliansi Barat.
(mas)
Lihat Juga :