Pria India Dipenggal di Depan Anak dan Istri di AS, Trump Janji Tegakkan Keadilan

Senin, 15 September 2025 - 16:21 WIB
loading...
Pria India Dipenggal...
Chandra Mouli Nagamallaiah (kiri), pria India yang dipenggal di depan anak dan istrinya di Dallas, AS, oleh pria Kuba. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan menegakkan keadilan untuk Chandra Mouli Nagamallaiah, kepala manajer motel asal India yang dipenggal warga Kuba di Dallas. Trump mengatakan pelaku akan dituntut seberat-beratnya sesuai hukum Amerika.

Para saksi mengatakan Nagamallaiah berulang kali ditikam dan dipenggal di luar sebuah motel di Dallas, Texas, oleh Carlos Cobos-Martinez di depan istri dan putranya saat terjadi perselisihan. Tersangka saat ini ditahan polisi tanpa jaminan sambil menunggu persidangan.

“Saya mengetahui laporan mengerikan mengenai pembunuhan Chandra Nagamallaiah oleh seorang warga asing ilegal asal Kuba yang seharusnya tidak pernah berada di negara kita,” tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: Aktivis Charlie Kirk Ditembak Mati di Depan Publik AS, Dikenal sebagai Pendukung Israel

"Penjahat ini, yang kami tahan, akan dituntut seberat-beratnya sesuai hukum. Dia akan didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama!" lanjut Trump, yang dilansir Russia Today, Senin (15/9/2025).

Menurut catatan Penjara Wilayah Dallas, Cobos-Martinez telah didakwa dengan pembunuhan berencana. Status imigrasinya saat ini masih dalam proses.

Pria Kuba memiliki catatan hukuman sebelumnya di California dan catatan penangkapan sebelumnya di Florida dan Houston, Texas.

Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS melaporkan bahwa Cobos-Martinez dibebaskan dari tahanan pada 13 Januari, meskipun memiliki perintah deportasi, karena adanya keputusan bahwa "tidak ada kemungkinan deportasi yang signifikan dalam waktu dekat."

Trump menuduh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden "tidak kompeten" dalam menangani kasus tersebut, mengeklaim bahwa tersangka dibebaskan kembali ke AS di bawah Biden karena Kuba tidak menginginkannya kembali.

Laporan media AS menyebutkan bahwa tersangka, seorang karyawan motel, kesal karena Nagamallaiah tidak berbicara langsung kepadanya dan meminta staf lain untuk menerjemahkan instruksi.

Perselisihan tersebut diduga bermula ketika Nagamallaiah menginstruksikan Cobos-Martinez untuk tidak menggunakan mesin cuci yang rusak, tetapi malah meminta seorang saksi untuk menerjemahkan pesannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved