Trump Keluarkan Ultimatum bagi Semua Anggota NATO, Apa Pemicunya?

Minggu, 14 September 2025 - 19:45 WIB
loading...
Trump Keluarkan Ultimatum...
Donald Trump keluarkan ultimatum bagi semua anggota NATO. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menuntut agar anggota NATO berhenti membeli minyak Rusia. Selain itu, dia meminta NATO mendukung tarif tinggi terhadap China, yang ia klaim dapat mengakhiri konflik Ukraina.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Sabtu, Trump menegur negara-negara NATO atas apa yang disebutnya keengganan mereka untuk bertindak lebih jauh guna menghentikan permusuhan antara Moskow dan Kiev. "Saya siap memberikan sanksi besar kepada Rusia... ketika semua negara NATO BERHENTI MEMBELI MINYAK DARI RUSIA," tulisnya.

Ia berpendapat bahwa komitmen NATO "untuk MENANG jauh di bawah 100%, dan pembelian minyak Rusia, oleh beberapa pihak, sangat mengejutkan," menambahkan "hal itu sangat melemahkan posisi negosiasi dan daya tawar Anda terhadap Rusia."

Presiden AS juga mengusulkan agar anggota NATO mengenakan tarif 50% hingga 100% terhadap Tiongkok, yang menurutnya akan dicabut setelah konflik Ukraina berakhir, menggambarkannya sebagai daya ungkit tambahan bagi Rusia untuk menghentikan permusuhan.

Sejak eskalasi konflik pada tahun 2022, Beijing telah memposisikan diri sebagai aktor netral, bersikeras bahwa mereka tidak memberikan bantuan kepada kedua belah pihak.

Baca Juga: Ukraina Butuh Rp1.969 Triliun jika Perang Rusia Berlanjut pada 2026

Para pejabat NATO dan kepala negara-negara Uni Eropa belum mengomentari seruan Trump.

Unggahan Trump muncul di saat AS telah mendesak Uni Eropa untuk mengenakan tarif tambahan tidak hanya terhadap Tiongkok, tetapi juga terhadap India, atas impor minyak Rusia mereka yang berkelanjutan.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, seorang juru bicara Komisi Eropa tidak mengungkapkan detail pembicaraan yang sedang berlangsung, tetapi mengatakan bahwa Uni Eropa "telah terlibat dengan semua mitra global yang relevan, termasuk India dan Tiongkok, dalam konteks upaya penegakan sanksinya."

Sementara itu, Uni Eropa sedang menyelesaikan penyusunan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia. Meskipun rumusan pastinya masih belum jelas, sanksi tersebut diperkirakan akan menargetkan ekspor minyak dan sektor perbankan Rusia.

Meskipun Uni Eropa telah berjanji untuk sepenuhnya menghentikan impor bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027, beberapa anggotanya, terutama Hongaria dan Slovakia, menentang proposal tersebut, dengan alasan ketergantungan negara mereka pada minyak mentah yang dipasok melalui pipa Druzhba.

Rusia telah mengecam sanksi Barat sebagai "ilegal", dengan menyatakan bahwa sanksi tersebut tidak hanya gagal menghambat perekonomian nasional, tetapi juga telah memberikan dorongan bagi pembangunan domestik.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved