Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
Minggu, 14 September 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
“Prabowo akan lebih nyaman bergerak maju jika program-program andalannya ditangani oleh tokoh-tokoh terpercaya," ujarnya.
Namun, masih belum jelas apakah para pejabat baru yang direkrut Prabowo mampu memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia.
Sri Mulyani pernah bekerja di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, sementara Purbaya, seorang profesional keuangan yang relatif kurang dikenal, langsung memuji target pertumbuhan ekonomi ambisius Prabowo sebesar delapan persen per tahun sebagai sesuatu yang dapat dicapai.
“Kompetensi, pengalaman, dan keterampilan teknologi mereka masih harus dibuktikan,” kata Wasisto.
Beberapa pihak berpendapat bahwa Prabowo harus mengubah arah proyek-proyek sosialnya karena negara ini bergulat dengan upah yang stagnan dan meningkatnya pengangguran.
“Jika koreksi dilakukan setengah hati...persepsi keadilan akan memburuk, dan tekanan sosial akan terus berlanjut,” kata Rani.
Langkah-langkah rekonsiliasi dan seruan untuk tetap tenang tampaknya telah memberi waktu bagi Prabowo.
Namun, tanpa mengatasi akar kemarahan publik, para analis mengatakan insiden provokatif lainnya dapat memicu protes yang lebih besar.
“Ini akan menjadi bom waktu,” kata Virdika. “Jika semuanya menumpuk, akan meledak.”
Namun, masih belum jelas apakah para pejabat baru yang direkrut Prabowo mampu memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia.
Sri Mulyani pernah bekerja di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, sementara Purbaya, seorang profesional keuangan yang relatif kurang dikenal, langsung memuji target pertumbuhan ekonomi ambisius Prabowo sebesar delapan persen per tahun sebagai sesuatu yang dapat dicapai.
“Kompetensi, pengalaman, dan keterampilan teknologi mereka masih harus dibuktikan,” kata Wasisto.
Beberapa pihak berpendapat bahwa Prabowo harus mengubah arah proyek-proyek sosialnya karena negara ini bergulat dengan upah yang stagnan dan meningkatnya pengangguran.
“Jika koreksi dilakukan setengah hati...persepsi keadilan akan memburuk, dan tekanan sosial akan terus berlanjut,” kata Rani.
Langkah-langkah rekonsiliasi dan seruan untuk tetap tenang tampaknya telah memberi waktu bagi Prabowo.
Namun, tanpa mengatasi akar kemarahan publik, para analis mengatakan insiden provokatif lainnya dapat memicu protes yang lebih besar.
“Ini akan menjadi bom waktu,” kata Virdika. “Jika semuanya menumpuk, akan meledak.”
(mas)
Lihat Juga :