Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
Minggu, 14 September 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Namun, protes Agustus lalu berubah menjadi kemarahan yang semakin meningkat terhadap elite politik, dengan massa membakar gedung-gedung dan menjarah rumah-rumah politisi.
“Ini menunjukkan bahwa publik memiliki masalah yang nyata dan sah dengan pemerintahan ini,” kata Airlangga.
Namun, Prabowo telah menggunakan perombakan kabinet untuk mengganti pejabat yang terkait dengan pendahulunya yang populer, Jokowi, dengan orang-orangnya sendiri.
Sri Mulyani menjabat dua periode kekuasaan Jokowi, sementara menteri keuangan yang baru, Purbaya, dekat dengan penasihat ekonomi utama pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan—mantan rekan militer Prabowo.
“Prabowo memanfaatkan momen ini untuk perlahan-lahan mengonsolidasikan kekuatan politiknya dengan menghapus pengaruh Jokowi,” kata Virdika Rizky Utama, peneliti politik di lembaga think tank PARA Syndicate.
Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada hari Senin bahwa para pengganti tersebut adalah orang yang tepat untuk jabatan tersebut.
Istana Kepresidenan tidak menanggapi permintaan komentar AFP.
Untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, para pakar mengatakan Prabowo perlu mengatasi kesenjangan kekayaan yang semakin lebar dan melemahnya demokrasi di negara yang telah lama dikenal dengan politik dinasti yang baru muncul dari otokrasi pada tahun 1990-an.
“Yang kita butuhkan adalah tekad dari presiden, kemauan politik, dan kemajuan nyata,” kata Airlangga.
Namun, dengan menempatkan loyalis untuk mengawasi anggaran dan keamanan, Prabowo tampaknya berusaha mempertahankan program-program unggulannya, alih-alih mengubah arah.
“Mempercayakan kepada orang-orang yang dikenal menjadi kunci untuk mengamankan kebijakannya,” kata Wasisto Raharjo Jati, analis politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang menambahkan bahwa mereka yang direkrut berasal dari “lingkaran terdekat” Prabowo.
“Ini menunjukkan bahwa publik memiliki masalah yang nyata dan sah dengan pemerintahan ini,” kata Airlangga.
Namun, Prabowo telah menggunakan perombakan kabinet untuk mengganti pejabat yang terkait dengan pendahulunya yang populer, Jokowi, dengan orang-orangnya sendiri.
Sri Mulyani menjabat dua periode kekuasaan Jokowi, sementara menteri keuangan yang baru, Purbaya, dekat dengan penasihat ekonomi utama pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan—mantan rekan militer Prabowo.
“Prabowo memanfaatkan momen ini untuk perlahan-lahan mengonsolidasikan kekuatan politiknya dengan menghapus pengaruh Jokowi,” kata Virdika Rizky Utama, peneliti politik di lembaga think tank PARA Syndicate.
Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada hari Senin bahwa para pengganti tersebut adalah orang yang tepat untuk jabatan tersebut.
Istana Kepresidenan tidak menanggapi permintaan komentar AFP.
Untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, para pakar mengatakan Prabowo perlu mengatasi kesenjangan kekayaan yang semakin lebar dan melemahnya demokrasi di negara yang telah lama dikenal dengan politik dinasti yang baru muncul dari otokrasi pada tahun 1990-an.
“Yang kita butuhkan adalah tekad dari presiden, kemauan politik, dan kemajuan nyata,” kata Airlangga.
"Lingkaran Terdekat"
Namun, dengan menempatkan loyalis untuk mengawasi anggaran dan keamanan, Prabowo tampaknya berusaha mempertahankan program-program unggulannya, alih-alih mengubah arah.
“Mempercayakan kepada orang-orang yang dikenal menjadi kunci untuk mengamankan kebijakannya,” kata Wasisto Raharjo Jati, analis politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang menambahkan bahwa mereka yang direkrut berasal dari “lingkaran terdekat” Prabowo.
Lihat Juga :