Inilah Pidato Anak SMA Nepal Abiskar Raut yang Viral, Pengobar Awal Demo Dahsyat
Jum'at, 12 September 2025 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Pidato anak SMA tersebut disampaikan di tengah-tengah warga biasa Nepal yang menuntut kembalinya monarki Hindu. Pada saat itu, ribuan orang turun ke jalan untuk memulai kampanye, menuntut agar Gyanendra Shah kembali menjadi raja di tengah kekhawatiran atas ketidakstabilan politik, korupsi, krisis biaya hidup, pengangguran, dan kurangnya pembangunan ekonomi.
Hampir 17 tahun yang lalu, pada bulan Mei 2008, Nepal menghapuskan monarki Hindu yang berusia 239 tahun untuk mengakhiri perang saudara yang berlangsung selama satu dekade yang mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 16.000 orang.
Berselang beberapa bulan setelah pidato Raut muncul, kaum Gen-Z nepal bangkit. Pada Senin lalu, mereka turun jalan memprotes larangan media sosial yang mereka gunakan untuk mengekspresikan kemarahan atas maraknya korupsi dan gaya hidup mewah keluarga elite politik. Demo ini menewaskan 19 orang.
Media sosial dihidupkan lagi oleh pemerintah untuk meredam kemarahan massa atas kematian 19 orang, namun protes terlanjur meluas berskala nasional. Pada Selasa, demo rusuh pecah lebih besar. Gedung Parlemen dan rumah-rumah elite politik dibakar. Perdana Menteri Sharma Oli akhirnya mengundurkan diri, dan otomatis pemerintah Nepal bubar.
Hampir 17 tahun yang lalu, pada bulan Mei 2008, Nepal menghapuskan monarki Hindu yang berusia 239 tahun untuk mengakhiri perang saudara yang berlangsung selama satu dekade yang mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 16.000 orang.
Berselang beberapa bulan setelah pidato Raut muncul, kaum Gen-Z nepal bangkit. Pada Senin lalu, mereka turun jalan memprotes larangan media sosial yang mereka gunakan untuk mengekspresikan kemarahan atas maraknya korupsi dan gaya hidup mewah keluarga elite politik. Demo ini menewaskan 19 orang.
Media sosial dihidupkan lagi oleh pemerintah untuk meredam kemarahan massa atas kematian 19 orang, namun protes terlanjur meluas berskala nasional. Pada Selasa, demo rusuh pecah lebih besar. Gedung Parlemen dan rumah-rumah elite politik dibakar. Perdana Menteri Sharma Oli akhirnya mengundurkan diri, dan otomatis pemerintah Nepal bubar.
(mas)
Lihat Juga :