Demo 'Block Everything' Guncang Prancis, Juga Terinspirasi Indonesia?
Kamis, 11 September 2025 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Polisi Paris menembakkan gas air mata ke arah para pemuda yang menghalangi pintu masuk sebuah sekolah menengah atas dan petugas pemadam kebakaran membersihkan sepeda dan tong sampah yang terbakar dari berbagai barikade.
Bentrokan terjadi di sela-sela protes di dekat pusat perbelanjaan Chatelet di pusat ibu kota dan petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran yang terjadi di sebuah gedung di dekatnya.
Gerakan "Block Everything" telah dibandingkan dengan pemberontakan "Rompi Kuning" yang pecah pada tahun 2018-2019 akibat pajak dan biaya hidup yang memaksa Macron untuk membuat konsesi kebijakan yang menghabiskan biaya miliaran euro.
Namun, sosiolog Antoine Bristielle dari lembaga riset Jean Jaures Foundation mencatat adanya kesenjangan generasi di antara keduanya.
"Dalam gerakan 'Rompi Kuning', Prancis kita berada dalam kondisi yang rentan dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup, banyak pekerja, banyak pensiunan. Sementara di sini, dari segi usia, banyak anak muda," kata Bristielle.
"Mereka memiliki visi tertentu tentang dunia di mana terdapat lebih banyak keadilan sosial, lebih sedikit ketimpangan, dan sistem politik yang berfungsi secara berbeda, lebih baik," ujarnya.
"Anak muda adalah masa depan, generasi tua meninggalkan kita dengan dunia yang buruk, pemerintahan yang buruk. Kitalah yang harus berjuang untuk mengubahnya dan menari di atas puing-puing dunia lama," kata Alice Morin (21), seorang mahasiswa.
Bentrokan terjadi di sela-sela protes di dekat pusat perbelanjaan Chatelet di pusat ibu kota dan petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran yang terjadi di sebuah gedung di dekatnya.
Gerakan "Block Everything" telah dibandingkan dengan pemberontakan "Rompi Kuning" yang pecah pada tahun 2018-2019 akibat pajak dan biaya hidup yang memaksa Macron untuk membuat konsesi kebijakan yang menghabiskan biaya miliaran euro.
Namun, sosiolog Antoine Bristielle dari lembaga riset Jean Jaures Foundation mencatat adanya kesenjangan generasi di antara keduanya.
"Dalam gerakan 'Rompi Kuning', Prancis kita berada dalam kondisi yang rentan dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup, banyak pekerja, banyak pensiunan. Sementara di sini, dari segi usia, banyak anak muda," kata Bristielle.
"Mereka memiliki visi tertentu tentang dunia di mana terdapat lebih banyak keadilan sosial, lebih sedikit ketimpangan, dan sistem politik yang berfungsi secara berbeda, lebih baik," ujarnya.
"Anak muda adalah masa depan, generasi tua meninggalkan kita dengan dunia yang buruk, pemerintahan yang buruk. Kitalah yang harus berjuang untuk mengubahnya dan menari di atas puing-puing dunia lama," kata Alice Morin (21), seorang mahasiswa.
(mas)
Lihat Juga :