Nepal Mencekam, Militer Terapkan Jam Malam untuk Redam Gejolak

Rabu, 10 September 2025 - 13:22 WIB
loading...
Nepal Mencekam, Militer...
Panglima militer Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, menyampaikan pidato. Foto/ndtv
A A A
KATHMANDU - Gambar-gambar mengerikan menunjukkan kematian, kehancuran, dan pembakaran yang berdatangan dari Kathmandu, Nepal, setelah protes nasional menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli. Kini militer Nepal mengambil alih kendali untuk memastikan ketenangan di negara Himalaya tersebut hingga pemerintahan baru terbentuk.

Jam malam telah diberlakukan, dan militer menyatakan berbagai insiden vandalisme, penjarahan, atau serangan terhadap individu akan berujung pada tindakan tegas.

Pria yang menjadi sorotan adalah Jenderal Ashok Raj Sigdel, Kepala Staf Angkatan Darat, yang telah mengimbau para pengunjuk rasa untuk berunding guna menemukan jalan keluar yang damai.

Jenderal berusia 58 tahun itu, yang mengambil alih jabatan tertinggi tahun lalu, menyampaikan pidato di televisi kepada rakyat yang terguncang tadi malam.

"Kami mengimbau kelompok pengunjuk rasa untuk menghentikan program protes dan berdialog untuk mencapai jalan keluar yang damai bagi bangsa. Kita perlu menormalkan situasi sulit saat ini dan melindungi warisan sejarah dan nasional kita, serta properti publik dan pribadi, dan memastikan keselamatan masyarakat umum dan misi diplomatik," ujarnya.

Ia menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dan harta benda selama kekerasan yang dimulai pada 8 September.

"Sejak awal sejarah Nepal, militer Nepal selalu berkomitmen - bahkan dalam situasi sulit - untuk menjaga kemerdekaan, kedaulatan, integritas wilayah, kebebasan, persatuan nasional, dan keamanan rakyat Nepal," ujarnya.

Militer mengatakan, "Beberapa kelompok mengambil keuntungan yang tidak semestinya dari situasi sulit ini dan menyebabkan kerusakan parah pada warga biasa dan properti publik."

Nepal telah menyaksikan kekerasan yang mengejutkan di jalanan selama dua hari terakhir setelah protes anti-pemerintah terhadap larangan media sosial berkembang menjadi gerakan besar-besaran melawan korupsi dan kurangnya transparansi dalam pemerintahan.

Pemerintahan KP Sharma Oli merespons dengan tangan besi dan menindak tegas protes tersebut.

Sembilan belas pengunjuk rasa tewas dalam aksi polisi, yang memicu kemarahan luas dan demonstrasi yang lebih besar.

Para pengunjuk rasa, yang menyebut diri mereka Gen Z, menyoroti kesenjangan besar antara gaya hidup mewah para politisi dan kondisi kehidupan rakyat Nepal.

Protes tersebut kemudian berubah menjadi kekerasan, dengan sebagian agitator menargetkan gedung-gedung pemerintah dan politisi.

KP Sharma Oli, yang awalnya menolak mundur, mengundurkan diri kemarin setelah para pengunjuk rasa menolak untuk berbicara dengannya.

Presiden Ram Chandra Paudel diperkirakan akan bertemu dengan sekelompok pengunjuk rasa hari ini untuk membahas cara-cara menyelesaikan krisis.

"Saya mendesak semua pihak untuk tetap tenang, mencegah kerusakan lebih lanjut bagi bangsa, dan berunding. Dalam demokrasi, tuntutan yang diajukan warga negara dapat diselesaikan melalui dialog dan negosiasi," ujarnya, menurut laporan media lokal.

Sementara itu, militer telah mengambil alih kendali keamanan di lokasi-lokasi penting seperti bandara Kathmandu dan gedung sekretariat utama pemerintah, Singhdurbar. Perbatasan telah ditutup.

Jam malam diberlakukan, dan kendaraan layanan penting, seperti ambulans dan mobil jenazah, telah diizinkan beroperasi.

"Setiap demonstrasi, vandalisme, penjarahan, pembakaran, dan serangan terhadap individu dan properti atas nama protes akan dianggap sebagai kejahatan yang dapat dihukum dan tindakan tegas akan diambil oleh personel keamanan," demikian pernyataan militer Nepal.

Warga negara, termasuk awak media, telah didesak untuk hanya membagikan dan mempercayai informasi resmi tanpa mengindahkan rumor.

Pernyataan tersebut menambahkan "berbagai individu pelanggar hukum" sedang melakukan kegiatan seperti "vandalisme dan pembakaran properti pribadi dan publik, penjarahan, serangan kekerasan terhadap individu, dan percobaan pemerkosaan atas nama gerakan."

Baca juga: Menteri Keuangan Nepal Ditelanjangi Demonstran Hingga Masuk Sungai
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved