Biodata Sebastian Lecornu, PM Baru Prancis yang Ditunjuk Presiden Emmanuel Macron

Rabu, 10 September 2025 - 14:00 WIB
loading...
A A A

Karier Nasional dan Pemerintahan


Lecornu memasuki panggung nasional pada 2017, ketika ia ditunjuk sebagai Sekretaris Negara untuk Transisi Ekologis. Dalam jabatan ini, ia bertanggung jawab atas isu lingkungan hidup, energi, dan pembangunan berkelanjutan.

Tugas ini tidak mudah karena pada masa itu Prancis tengah memperdebatkan transisi energi dan penanganan perubahan iklim. Meskipun masih muda, Lecornu mampu menunjukkan ketegasan dan kemampuan administratif yang solid.

Tahun 2018, ia dipromosikan menjadi Menteri Delegasi untuk Otoritas Lokal. Pada periode inilah reputasinya sebagai manajer krisis mulai terbentuk.

Lecornu dipercaya menjadi salah satu tokoh utama dalam mengelola debat nasional besar sebagai respons terhadap gerakan protes rompi kuning (Yellow Vests).

Ia memainkan peran penting dalam menjembatani pemerintah pusat dengan masyarakat yang marah atas kenaikan pajak bahan bakar dan kesenjangan sosial. Keberhasilannya berdialog dengan masyarakat dan organisasi lokal memperkuat citranya sebagai politisi yang solutif dan terbuka.

Pada 2020, Lecornu diangkat menjadi Menteri Wilayah Seberang Laut. Jabatan ini memberinya tanggung jawab besar untuk menangani persoalan di wilayah seperti Guadeloupe, Martinique, dan New Caledonia.

Masa jabatannya bertepatan dengan pandemi COVID-19, yang sangat memukul wilayah luar negeri Prancis. Lecornu harus mengelola distribusi kesehatan, menjaga ketertiban, dan menenangkan ketegangan politik, khususnya terkait referendum kemerdekaan di New Caledonia.

Kemudian pada 2022, ia dipercaya menjadi Menteri Pertahanan. Posisi ini adalah salah satu yang paling strategis di pemerintahan Prancis, terutama saat invasi Rusia ke Ukraina mengguncang Eropa.

Lecornu bertanggung jawab atas modernisasi angkatan bersenjata Prancis dengan anggaran hingga €413 miliar untuk program pertahanan hingga 2030.

Di bawah kepemimpinannya, Prancis meningkatkan investasi dalam teknologi militer dan memperkuat hubungan dengan NATO. Keberhasilan ini menjadikannya salah satu menteri paling berpengaruh dalam kabinet Macron.

Penunjukan Sebagai Perdana Menteri


Penunjukan Sébastien Lecornu sebagai Perdana Menteri Prancis pada September 2025 terjadi dalam konteks politik yang rumit.

Perdana menteri sebelumnya, François Bayrou, dijatuhkan melalui mosi tidak percaya terkait usulan anggaran negara yang dinilai terlalu ketat. Parlemen yang terfragmentasi membuat pemerintahan Macron kesulitan menjaga stabilitas.

Macron akhirnya menunjuk Lecornu, figur yang sudah lama dikenal sebagai loyalis dan mampu menangani krisis.

Penunjukan ini juga menandai kepercayaan besar Macron terhadap generasi muda politisi. Pada usia 39 tahun, Lecornu menjadi salah satu perdana menteri termuda dalam sejarah Prancis modern.

Tugas utama yang diemban Lecornu sangat berat. Ia harus segera melakukan negosiasi lintas partai untuk menyusun anggaran negara, membentuk kabinet baru, dan meredam gelombang protes sosial yang marak dengan slogan “Bloquons Tout” atau “Blokade Semua”.

Tantangan ini menjadikannya sosok kunci dalam menentukan apakah Macron dapat menyelesaikan sisa masa jabatannya dengan stabil atau justru menghadapi kebuntuan politik.

Keterampilan Krisis dan Reputasi


Salah satu alasan utama Macron memilih Lecornu adalah kemampuannya menghadapi krisis. Sejak menangani protes Yellow Vests hingga mengelola pandemi di wilayah luar negeri, Lecornu telah membuktikan dirinya mampu bekerja di bawah tekanan.

Sebagai Menteri Pertahanan, ia juga menunjukkan kecakapannya dalam kebijakan internasional dan militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved