Demo Rusuh Guncang Nepal: Gen Z Ngamuk karena Korupsi Merajalela, 19 Orang Tewas

Selasa, 09 September 2025 - 07:13 WIB
loading...
A A A
Dua dari 19 orang tewas ketika protes di kota Itahari di bagian timur berubah menjadi kekerasan, kata polisi.

Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak mengundurkan diri dari pemerintahan setelah mengambil "tanggung jawab moral" atas kekerasan tersebut, ungkap seorang menteri pemerintah lainnya, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada media, kepada Reuters.

Perdana Menteri KP Sharma Oli mengadakan rapat kabinet darurat untuk membahas kerusuhan tersebut, yang pecah setelah ribuan anak muda, termasuk banyak yang mengenakan seragam sekolah atau kampus, turun ke jalan pada Senin pagi.

Banyak yang membawa bendera dan plakat bertuliskan slogan-slogan seperti "Tutup korupsi, bukan media sosial", "Batalkan pemblokiran media sosial", dan "Pemuda melawan korupsi" saat mereka berbaris di Kathmandu.

Penyelenggara protes, yang menyebar ke kota-kota lain di negara Himalaya tersebut, menyebutnya "demonstrasi oleh Gen Z".

Mereka mengatakan protes tersebut mencerminkan rasa frustrasi yang meluas di kalangan anak muda terhadap kurangnya tindakan pemerintah untuk memberantas korupsi dan meningkatkan peluang ekonomi.

"Ini adalah protes oleh generasi baru di Nepal," ujar seorang pengunjuk rasa lainnya kepada ANI.

Organisasi nirlaba internasional Human Rights Watch mengatakan bahwa pemerintah Nepal seharusnya tidak memandang protes-protes ini hanya dari perspektif penegakan hukum dan menyadari bahwa luapan kritik massal para demonstran mencerminkan frustrasi yang mendalam di seluruh Nepal dengan korupsi, nepotisme, dan tata kelola pemerintahan yang buruk.

"Cara-cara tanpa kekerasan harus digunakan sebelum menggunakan kekerasan," katanya dalam sebuah pernyataan. "Penggunaan kekerasan hanya tepat jika langkah-langkah lain untuk mengatasi ancaman nyata terbukti tidak efektif."


Tongkat dan Peluru Karet


Polisi diperintahkan untuk menggunakan meriam air, tongkat, dan peluru karet untuk mengendalikan massa dan tentara dikerahkan di area Parlemen untuk memperkuat petugas penegak hukum, kata Muktiram Rijal, juru bicara kantor distrik Kathmandu, kepada Reuters.

Kekerasan mereda pada malam harinya meskipun para pengunjuk rasa tetap berada di area di luar Parlemen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved