Rusia Buru Saksi Serangan Racun Navalny, Siap Kirim Penyidik ke Jerman

Jum'at, 11 September 2020 - 19:44 WIB
loading...
A A A
Kementerian mengatakan polisi telah mewawancarai lima dari enam orang yang dikatakan menemani Navalny dalam perjalanan ketika dia jatuh sakit. Dikatakan mereka sedang mencari orang keenam yang diketahui sebagai Marina Pevchikh, seorang warga Inggris yang terbang ke Jerman pada 22 Agustus dan yang keberadaannya dikatakan saat ini belum diketahui.(Baca juga: Rusia Sebut Pernyataan Pompeo Soal Navalny Tidak Dapat Diterima )

"Permintaan ini akan mencakup permohonan untuk kemungkinan kehadiran penyelidik urusan dalam negeri Rusia dan seorang spesialis Rusia ketika rekan Jerman sedang melakukan penyelidikan dengan Navalny, dokter dan ahli," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/9/2020).

Pihak Rusia juga meminta izin untuk mengajukan klarifikasi dan pertanyaan tambahan.

Permintaan tersebut tampaknya tidak memiliki peluang untuk berhasil, mengingat Jerman mengatakan telah memastikan keberadaan Novichok dan menuntut penjelasan dari Moskow - seruan yang juga digaungkan oleh negara-negara Barat lainnya. Beberapa politisi Jerman telah menyerukan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Rusia belum membuka penyelidikan kriminal formal dan berpegang pada posisinya yang membutuhkan bukti kuat dari Jerman bahwa Navalny memang diracun.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved