Kapal Perang Australia dan Kanada Muncul di Selat Taiwan, China: Mereka Pembuat Onar!

Senin, 08 September 2025 - 08:14 WIB
loading...
Kapal Perang Australia...
China kecam kehadiran kapal perang Australia dan Kanada di Selat Taiwan, menyebut mereka sebagai pembuat onar. Foto/Departemen Pertahanan Australia
A A A
TAIPEI - Kapal perang Australia dan Kanada telah berlayar melintasi Selat Taiwan yang sensitif pada hari Minggu. Militer China mengecam keras kehadiran kapal perang kedua negara tersebut, menyebut mereka sebagai pembuat onar.

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengatakan kapal perusak berpeluru kendali Australia, HMAS Brisbane, dan fregat Kanada, HMCS Ville de Quebec, terlibat dalam "perbuatan onar dan provokasi".

"Tindakan Kanada dan Australia mengirimkan sinyal yang salah dan meningkatkan risiko keamanan," kata komando tersebut, yang dilansir The Guardian, Senin (8/9/2025). Komando tersebut mengeklaim pasukannya telah membuntuti kapal perang Australi dan Kanada.

Baca Juga: China Pamer Senjata Mengerikan, Jenderal AS: Kami Tidak Gentar!

Kementerian Pertahanan Australia mengatakan HMAS Brisbane melakukan transit rutin bersama fregat Kanada melintas Selat Taiwan pada 6-7 September sesuai dengan hukum internasional.

"HMAS Brisbane sedang menjalani Pengerahan Kehadiran Regional selama empat bulan di kawasan Indo-Pasifik," kata kementerian tersebut melalui seorang juru bicaranya.

"Kapal dan pesawat Australia akan terus menjalankan kebebasan navigasi dan menjunjung tinggi Hukum Internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut," imbuh dia.

Seorang juru bicara militer Kanada mengatakan angkatan bersenjata Kanada tidak berkomentar mengenai rencana pelayaran untuk kapal-kapal yang saat ini dikerahkan.

Juru bicara tersebut mengatakan HMCS Ville de Quebec dikerahkan sebagai bagian dari Operasi Horizon, yang bertujuan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

HMCS Ville de Quebec beroperasi di zona ekonomi Filipina awal pekan ini, berpartisipasi dalam latihan kebebasan navigasi, menurut pernyataan pemerintah Kanada.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya terus memantau aktivitas di selat tersebut, "Dan mengirimkan pasukan udara dan laut yang sesuai untuk memastikan keamanan dan stabilitas jalur perairan tersebut."

Selat Taiwan memisahkan China yang komunis dari pulau Taiwan yang demokratis. Beijing telah berkali-kali mengeklaim Taiwan bagian dari China dan akan menundukannya dengan kekuatan militer jika perlu. Namun, Taiwan yang telah memerintah sendiri selama bertahun-tahun menolak klaim China.

Angkatan Laut AS dan, terkadang, kapal-kapal dari negara-negara sekutu termasuk Kanada, Inggris, dan Prancis melintasi Selat Taiwan, yang mereka anggap sebagai jalur perairan internasional, sekitar sebulan sekali. Taiwan juga menganggapnya sebagai jalur perairan internasional.

China, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, mengatakan jalur perairan strategis tersebut merupakan bagian dari perairan teritorialnya.

China telah meningkatkan tekanan militernya terhadap Taiwan selama lima tahun terakhir, termasuk menggelar latihan perang di dekatnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved