Mesir dan Qatar Kecam Komentar Netanyahu tentang Pengusiran Warga Gaza

Sabtu, 06 September 2025 - 10:54 WIB
loading...
Mesir dan Qatar Kecam...
Warga Palestina terus mengungsi di Gaza akibat serangan brutal Israel. Foto/anadolu
A A A
KAIRO - Mesir dan Qatar mengecam keras pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengenai pengusiran warga Palestina, termasuk melalui perlintasan Rafah. Kecaman itu muncul dalam pernyataan pada hari Jumat (5/9/2025).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir menggambarkan, “Komentar tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperpanjang eskalasi di kawasan dan melanggengkan ketidakstabilan sambil menghindari akuntabilitas atas pelanggaran Israel di Gaza."

Dalam wawancara dengan saluran Telegram Israel, Abu Ali Express, Netanyahu mengklaim terdapat "rencana yang berbeda tentang bagaimana membangun kembali Gaza" dan menuduh "separuh penduduk ingin meninggalkan Gaza", dengan mengklaim itu "bukan pengusiran massal".

"Saya bisa membuka Rafah untuk mereka, tetapi akan segera ditutup oleh Mesir," ujar Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan kembali "penolakan tegasnya terhadap pengusiran paksa warga Palestina dari tanah mereka."

“(Mesir) menekankan praktik-praktik ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang yang tidak dapat ditoleransi,” ungkap kementerian tersebut.

Pernyataan tersebut menegaskan Mesir tidak akan pernah terlibat dalam praktik-praktik tersebut atau bertindak sebagai perantara bagi pengungsian warga Palestina, dan menggambarkan hal ini sebagai “garis merah” yang tidak dapat dilampaui.

Hukuman Kolektif Tidak akan Berhasil


Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam keras pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai, "Perpanjangan dari pendekatan pendudukan dalam melanggar hak-hak saudara-saudara Palestina."

“Kebijakan hukuman kolektif yang dipraktikkan oleh pendudukan terhadap Palestina … tidak akan berhasil memaksa rakyat Palestina meninggalkan tanah mereka atau merampas hak-hak sah mereka,” tegas pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Qatar menekankan perlunya komunitas internasional "bersatu dengan tekad untuk melawan kebijakan-kebijakan ekstremis dan provokatif pendudukan Israel, guna mencegah berlanjutnya siklus kekerasan di kawasan dan penyebarannya ke dunia."

Perang kata-kata terjadi ketika Mesir dan Qatar terus memimpin upaya mediasi antara Hamas dan Israel, berupaya mengamankan gencatan senjata di Gaza dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke daerah kantong pesisir tersebut.

Hamdah Salhut dari Al Jazeera, melaporkan dari Amman, mengatakan komentar Netanyahu "sangat kontroversial" karena pemerintah Israel-lah yang telah menegaskan "mereka ingin Palestina keluar dari Gaza".

"Kecaman dari Qatar dan Mesir pada dasarnya memberi tahu Israel bahwa ini semua adalah bagian dari rencana mereka yang lebih besar, bahwa Israel adalah pihak yang mengobarkan perang di Jalur Gaza, bahwa berlanjutnya kejahatan terhadap rakyat Palestina dan penutupan total perlintasan perbatasan Rafah adalah alasan mengapa mereka dipenjara di Gaza, bukan karena alasan lain," tegas dia.

Dia menekankan, "Israel-lah yang secara sepihak menciptakan kebijakan ini."

Baca juga: Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Sukses Digelar, DChamp...
Sukses Digelar, D'Champ Charity Golf Tournament 2026 Salurkan Donasi untuk Atlet Muda dan Pesantren
Toyota Tegaskan AI dan...
Toyota Tegaskan AI dan Robot Tidak Akan Gantikan Manusia
Berita Terkini
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved