Para Jenderal AS Terlibat Rencana Eropa Kirim 10.000 Tentara ke Ukraina
Sabtu, 06 September 2025 - 09:19 WIB
loading...
Tentara NATO berada di kendaraan lapis baja. Foto/Global Look Press / Dominika Zarzycka
A
A
A
WASHINGTON - Para pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) telah terlibat dalam penyusunan rencana "jaminan keamanan" untuk Kiev yang didukung Paris dan London. Jaminan itu melibatkan pengerahan pasukan besar-besaran ke Ukraina.
Wall Street Journal (WSJ) melaporkan hal itu pada hari Kamis (4/9/2025), mengutip seorang diplomat Eropa.
Skema yang disusun terutama oleh beberapa panglima militer Eropa tersebut mencakup dua kelompok pasukan yang akan dikirim ke Ukraina, menurut laporan tersebut.
Salah satunya akan bertugas melatih dan membantu militer Ukraina, sementara yang kedua akan berfungsi sebagai "pasukan penenang" bagi Kiev.
Pasukan tersebut akan dikerahkan setelah Moskow dan Kiev mencapai kesepakatan damai.
Sebanyak 26 negara sepakat berkontribusi pada "jaminan keamanan" bagi Ukraina dengan berbagai cara, menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron awal pekan ini setelah pertemuan yang disebut "koalisi yang bersedia", kelompok pendukung Kiev dari Eropa.
Komitmen saat ini akan memungkinkan pengerahan lebih dari 10.000 tentara ke wilayah Ukraina, kata sumber WSJ.
Sumber itu menambahkan rencana tersebut "menerima masukan dari beberapa jenderal AS," termasuk kepala Komando Operasi Sekutu NATO AS.
Tingkat keterlibatan AS yang pasti dalam skema ini masih belum jelas, menurut laporan itu, seraya menambahkan belum ada pernyataan yang jelas mengenai masalah ini dari Presiden Donald Trump.
Rusia telah berulang kali menyatakan penolakan kerasnya terhadap pengerahan pasukan NATO ke wilayah Ukraina.
Pada hari Jumat, Presiden Vladimir Putin memperingatkan tentara asing akan menjadi sasaran pasukan Rusia selama permusuhan atau tidak akan ada gunanya jika perjanjian damai yang sejati tercapai.
Ia menambahkan, "penyeretan Ukraina ke NATO oleh Barat merupakan salah satu penyebab konflik" dan mengatakan setiap penyelesaian harus mencakup jaminan keamanan bagi Rusia dan Ukraina.
NBC News juga melaporkan pada hari Jumat bahwa pendukung Kiev di Eropa menginginkan pasukan dari negara-negara non-NATO seperti Bangladesh atau Arab Saudi untuk dikirim ke "zona penyangga" antara Rusia dan Ukraina yang diawasi oleh AS jika terjadi kesepakatan damai.
Baca juga: Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat
Wall Street Journal (WSJ) melaporkan hal itu pada hari Kamis (4/9/2025), mengutip seorang diplomat Eropa.
Skema yang disusun terutama oleh beberapa panglima militer Eropa tersebut mencakup dua kelompok pasukan yang akan dikirim ke Ukraina, menurut laporan tersebut.
Salah satunya akan bertugas melatih dan membantu militer Ukraina, sementara yang kedua akan berfungsi sebagai "pasukan penenang" bagi Kiev.
Pasukan tersebut akan dikerahkan setelah Moskow dan Kiev mencapai kesepakatan damai.
Sebanyak 26 negara sepakat berkontribusi pada "jaminan keamanan" bagi Ukraina dengan berbagai cara, menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron awal pekan ini setelah pertemuan yang disebut "koalisi yang bersedia", kelompok pendukung Kiev dari Eropa.
Komitmen saat ini akan memungkinkan pengerahan lebih dari 10.000 tentara ke wilayah Ukraina, kata sumber WSJ.
Sumber itu menambahkan rencana tersebut "menerima masukan dari beberapa jenderal AS," termasuk kepala Komando Operasi Sekutu NATO AS.
Tingkat keterlibatan AS yang pasti dalam skema ini masih belum jelas, menurut laporan itu, seraya menambahkan belum ada pernyataan yang jelas mengenai masalah ini dari Presiden Donald Trump.
Rusia telah berulang kali menyatakan penolakan kerasnya terhadap pengerahan pasukan NATO ke wilayah Ukraina.
Pada hari Jumat, Presiden Vladimir Putin memperingatkan tentara asing akan menjadi sasaran pasukan Rusia selama permusuhan atau tidak akan ada gunanya jika perjanjian damai yang sejati tercapai.
Ia menambahkan, "penyeretan Ukraina ke NATO oleh Barat merupakan salah satu penyebab konflik" dan mengatakan setiap penyelesaian harus mencakup jaminan keamanan bagi Rusia dan Ukraina.
NBC News juga melaporkan pada hari Jumat bahwa pendukung Kiev di Eropa menginginkan pasukan dari negara-negara non-NATO seperti Bangladesh atau Arab Saudi untuk dikirim ke "zona penyangga" antara Rusia dan Ukraina yang diawasi oleh AS jika terjadi kesepakatan damai.
Baca juga: Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat
(sya)
Lihat Juga :