Apa yang Akan Terjadi jika AS Tak Lagi Mendukung Israel?
Rabu, 03 September 2025 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
"Amerika benar-benar telah menjadi anugerah yang terus memberi, terutama bagi kaum kanan Israel. Jika seorang Demokrat berkuasa, mereka dapat berkata: 'Lihat betapa baiknya kita mengelola mereka," jelas Daniel Levy.
"Dan jika seseorang seperti Trump berkuasa, mereka dapat berkata: 'Lihat, kita pasti melakukan sesuatu yang benar: AS setuju dengan kita.' Bagaimanapun, mereka mendapatkan legitimasi. Tanpa AS, legitimasi itu tidak ada," papar Daniel Levy.
"Dalam hal politik internal dan perlakuannya terhadap Palestina, AS juga memberi Israel impunitas absolut. Misalnya, para politisinya dapat melancarkan perang genosida di Gaza atau mendukung permukiman tanpa biaya yang jelas.
“Di masyarakat mana pun, biaya itu akan datang dari negara lain, atau kompas moral masyarakat mereka sendiri. Kita tampaknya tidak memiliki keduanya di sini," tutur Daniel Levy/
“Jika AS lenyap besok, Israel mungkin dapat mempertahankan perangnya di Gaza selama sekitar satu tahun, tetapi prioritasnya akan berubah karena menjadi jauh lebih rentan," ungkap Hamze Attar.
“Misalnya, mereka akan sangat menyadari bahwa setiap peluru atau bom yang mereka gunakan di Gaza berarti berkurang satu untuk pertahanan mereka sendiri," jelas Hamze Attar.
“Tanpa AS, pemblokiran satelit komersial yang diandalkan Israel untuk mengaburkan wilayahnya akan berakhir. Ini akan memungkinkan musuh-musuhnya untuk segera melihat ke dalam wilayahnya. Israel juga akan kehilangan sistem pertahanan, seperti sistem Iron Dome dan Arrow, yang sebagian didanai oleh AS, sehingga membuatnya jauh lebih rentan terhadap serangan.
Hamze Attar menjelaskan, Hilangnya AS juga berarti Israel harus mencari pemasok militer lain, kemungkinan besar dari negara-negara NATO di Eropa, karena sebagian besar peralatannya kompatibel. "Namun, mengingat Eropa sudah kekurangan persenjataan terkait dengan apa yang dianggapnya sebagai ancaman dari Rusia, hal itu tidak akan terjadi dengan cepat," papar Hamze Attar.
"Dan jika seseorang seperti Trump berkuasa, mereka dapat berkata: 'Lihat, kita pasti melakukan sesuatu yang benar: AS setuju dengan kita.' Bagaimanapun, mereka mendapatkan legitimasi. Tanpa AS, legitimasi itu tidak ada," papar Daniel Levy.
"Dalam hal politik internal dan perlakuannya terhadap Palestina, AS juga memberi Israel impunitas absolut. Misalnya, para politisinya dapat melancarkan perang genosida di Gaza atau mendukung permukiman tanpa biaya yang jelas.
“Di masyarakat mana pun, biaya itu akan datang dari negara lain, atau kompas moral masyarakat mereka sendiri. Kita tampaknya tidak memiliki keduanya di sini," tutur Daniel Levy/
5. Militer Israel Akan Melemah
Apa yang akan terjadi pada militernya?“Jika AS lenyap besok, Israel mungkin dapat mempertahankan perangnya di Gaza selama sekitar satu tahun, tetapi prioritasnya akan berubah karena menjadi jauh lebih rentan," ungkap Hamze Attar.
“Misalnya, mereka akan sangat menyadari bahwa setiap peluru atau bom yang mereka gunakan di Gaza berarti berkurang satu untuk pertahanan mereka sendiri," jelas Hamze Attar.
“Tanpa AS, pemblokiran satelit komersial yang diandalkan Israel untuk mengaburkan wilayahnya akan berakhir. Ini akan memungkinkan musuh-musuhnya untuk segera melihat ke dalam wilayahnya. Israel juga akan kehilangan sistem pertahanan, seperti sistem Iron Dome dan Arrow, yang sebagian didanai oleh AS, sehingga membuatnya jauh lebih rentan terhadap serangan.
Hamze Attar menjelaskan, Hilangnya AS juga berarti Israel harus mencari pemasok militer lain, kemungkinan besar dari negara-negara NATO di Eropa, karena sebagian besar peralatannya kompatibel. "Namun, mengingat Eropa sudah kekurangan persenjataan terkait dengan apa yang dianggapnya sebagai ancaman dari Rusia, hal itu tidak akan terjadi dengan cepat," papar Hamze Attar.
(ahm)
Lihat Juga :