Maduro: 8 Kapal Perang AS dengan 1.200 Rudal Targetkan Venezuela

Selasa, 02 September 2025 - 08:33 WIB
loading...
Maduro: 8 Kapal Perang...
Presiden Nicolas Maduro klaim delapan kapal perang AS dengan 1.200 rudal sedang menargetkan Venezuela. Foto/defense.gov
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengeklaim bahwa delapan kapal perang Amerika Serikat (AS) dengan 1.200 rudal menargetkan negara sosialis tersebut. Namun, dia menegaskan Venezuela tak akan pernah menyerah pada ancaman apa pun.

"Ancaman yang benar-benar kriminal dan berdarah," kecam Maduro atas pengerahan kapal-kapal perang Amerika ke dekat wilayah Venezuela, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (2/9/2025).

Washington, yang menuduh Maduro memimpin kartel narkoba, telah mengumumkan pengerahan kapal-kapal perangnya ke Karibia selatan dalam apa yang mereka sebut sebagai operasi anti-perdagangan narkoba.

Baca Juga: Venezuela Waswas Diinvasi 7 Kapal Perang AS, Maduro Siap Deklraasikan Republik Bersenjata

Dalam sebuah pertemuan dengan media internasional di Caracas pada hari Senin, Maduro mengecam keras ancaman terbesar yang telah terlihat di benua Amerika dalam 100 tahun terakhir. "Dalam bentuk delapan kapal militer dengan 1.200 rudal dan sebuah kapal selam yang menargetkan Venezuela," ujarnya.

Presiden Maduro, yang dua kali terpilih kembali pada tahun 2024 dan 2018 tapi tidak diakui oleh Amerika Serikat atau sebagian besar komunitas internasional, mengatakan: "Menanggapi tekanan militer maksimum, kami telah menyatakan kesiapan maksimum untuk membela Venezuela."

Washington telah menggandakan hadiah uang untuk penangkapan Maduro menjadi USD50 juta (lebih dari Rp822 miliar), tetapi belum secara terbuka mengancam akan menginvasi Venezuela.

Caracas telah menyatakan akan berpatroli di perairan teritorialnya dan memobilisasi lebih dari empat juta anggota milisi sebagai tanggapan atas ancaman AS.

Maduro menyesalkan terputusnya saluran komunikasi dengan Amerika Serikat, dan berjanji negaranya tidak akan pernah menyerah pada pemerasan atau ancaman apa pun.

Dalam konferensi pers tersebut, Maduro memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa Menteri Luar Negerinya, Marco Rubio, ingin membawanya ke dalam pertumpahan darah. "Dengan pembantaian terhadap rakyat Venezuela," katanya.

Versi laporan AP, yang mengutip pejabat pertahanan AS, ada tujuh kapal perang AS yang sudah berada di perairan Amerika Latin di dekat wilayah Venezuela. Tujuh kapal itu adalah dua kapal perusak berpeluru kendali Aegis; USS Gravely dan USS Jason Dunham, kapal perusak USS Sampson, kapal penjelajah USS Lake Erie, dan tiga kapal serbu amfibi. Kapal-kapal itu membawa lebih dari 4.000 pelaut dan marinir.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil, mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kepada rekan-rekannya di berbagai negara Amerika Latin bahwa pengerahan pasukan maritim AS didasarkan pada "narasi palsu" karena 87% kokain yang diproduksi di Kolombia dikirim melalui Pasifik dan para penyelundup hanya berupaya memindahkan 5% produk mereka melalui Venezuela.

Bolivia dan Kolombia yang terkurung daratan, dengan akses ke Pasifik dan Karibia, merupakan produsen kokain terbesar di dunia.

Gil menambahkan bahwa narasi tersebut "mengancam seluruh kawasan". "Serangan terhadap Venezuela akan benar-benar berarti destabilisasi total di kawasan tersebut," paparnya.

"Mari kita segera menuntut diakhirinya pengerahan pasukan ini, yang tidak memiliki alasan lain selain mengancam kedaulatan rakyat," imbuh dia dalam pertemuan virtual anggota kelompok regional Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved