Xi Jinping Serukan Blok SCO Melawan Dominasi Barat
Selasa, 02 September 2025 - 07:41 WIB
loading...
Presiden China Xi Jinping serukan anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) untuk terus melawan dominasi Barat. Foto/ANI
A
A
A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping menyerukan anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) untuk terus melawan hegemonisme dan politik kekuasaan Barat. Tujuannya, untuk membantu membangun sistem internasional yang lebih adil.
Seruan Xi Jinping disampaikan pada hari Senin saat membuka pertemuan para pemimpin blok tersebut di Tianjin.
Dalam pidato utama kepada para pemimpin dan perwakilan negara-negara anggota dan mitra SCO, Xi menyerukan apa yang disebutnya "semangat Shanghai". "Yaitu saling percaya, saling menguntungkan, kesetaraan, konsultasi, penghormatan terhadap beragam peradaban, dan pengejaran pembangunan bersama," katanya.
Baca Juga: Putin Dukung Inisiatif China untuk Reformasi Tatanan Global
Xi memuji kemajuan yang telah dicapai SCO sejak didirikan pada tahun 2001 dan menguraikan prioritas-prioritas baru.
"Para anggota harus menentang mentalitas Perang Dingin, konfrontasi blok, dan praktik perundungan," ujarnya, mengacu pada istilah yang sering digunakan Beijing untuk mengkritik kebijakan Amerika Serikat dan Barat.
"Kita harus mengadvokasi dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat secara universal, dan menjadikan sistem tata kelola global lebih adil dan setara," paparnya.
Pemimpin China tersebut juga mendesak para anggota SCO untuk mengupayakan kerja sama yang saling menguntungkan dengan tetap menghormati perbedaan nasional mereka, memperkuat pertukaran antarmasyarakat, dan mendorong efisiensi yang lebih besar serta pembuatan kebijakan berbasis bukti di dalam SCO.
Didirikan pada tahun 2001, SCO awalnya merupakan pengelompokan enam negara Eurasia–China, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan–tetapi kemudian berkembang menjadi 10 anggota tetap dan 16 negara dialog dan pengamat.
Para analis, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa (2/9/2025), mengatakan bahwa China bermaksud memanfaatkan pertemuan ini untuk mempromosikan alternatif bagi tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat dan memperbaiki hubungan dengan India di tengah lingkungan geopolitik yang berubah di bawah Presiden AS Donald Trump.
Menurut Xi Jinping, output ekonomi SCO telah mencapai USD30 triliun. Dia menambahkan bahwa pengaruh global SCO juga meluas dan para anggota bekerja sama untuk mengatasi tantangan termasuk keamanan, isu lingkungan, dan inovasi.
Seruan Xi Jinping disampaikan pada hari Senin saat membuka pertemuan para pemimpin blok tersebut di Tianjin.
Dalam pidato utama kepada para pemimpin dan perwakilan negara-negara anggota dan mitra SCO, Xi menyerukan apa yang disebutnya "semangat Shanghai". "Yaitu saling percaya, saling menguntungkan, kesetaraan, konsultasi, penghormatan terhadap beragam peradaban, dan pengejaran pembangunan bersama," katanya.
Baca Juga: Putin Dukung Inisiatif China untuk Reformasi Tatanan Global
Xi memuji kemajuan yang telah dicapai SCO sejak didirikan pada tahun 2001 dan menguraikan prioritas-prioritas baru.
"Para anggota harus menentang mentalitas Perang Dingin, konfrontasi blok, dan praktik perundungan," ujarnya, mengacu pada istilah yang sering digunakan Beijing untuk mengkritik kebijakan Amerika Serikat dan Barat.
"Kita harus mengadvokasi dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat secara universal, dan menjadikan sistem tata kelola global lebih adil dan setara," paparnya.
Pemimpin China tersebut juga mendesak para anggota SCO untuk mengupayakan kerja sama yang saling menguntungkan dengan tetap menghormati perbedaan nasional mereka, memperkuat pertukaran antarmasyarakat, dan mendorong efisiensi yang lebih besar serta pembuatan kebijakan berbasis bukti di dalam SCO.
Didirikan pada tahun 2001, SCO awalnya merupakan pengelompokan enam negara Eurasia–China, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan–tetapi kemudian berkembang menjadi 10 anggota tetap dan 16 negara dialog dan pengamat.
Para analis, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa (2/9/2025), mengatakan bahwa China bermaksud memanfaatkan pertemuan ini untuk mempromosikan alternatif bagi tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat dan memperbaiki hubungan dengan India di tengah lingkungan geopolitik yang berubah di bawah Presiden AS Donald Trump.
Menurut Xi Jinping, output ekonomi SCO telah mencapai USD30 triliun. Dia menambahkan bahwa pengaruh global SCO juga meluas dan para anggota bekerja sama untuk mengatasi tantangan termasuk keamanan, isu lingkungan, dan inovasi.
(mas)
Lihat Juga :