Profil José Mujica, Presiden Termiskin di Dunia yang Sumbangkan 90% Gaji untuk Rakyat Susah
Senin, 01 September 2025 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Namun, yang paling dikenang dunia bukanlah kebijakan kontroversial itu, melainkan etos kemanusiaannya. Mujica berkali-kali menekankan bahwa kekuasaan seharusnya dipakai untuk melayani, bukan memperkaya diri.
“Kita datang ke dunia untuk hidup, bukan untuk menjadi budak pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam sebuah pidato di PBB yang viral.
Pada 2024, Mujica didiagnosis menderita kanker esofagus yang kemudian menyebar ke hati. Dia menolak pengobatan agresif dan memilih perawatan paliatif. Pada 13 Mei 2025, dia mengembuskan napas terakhir di rumah kecilnya.
Pemerintah Uruguay menetapkan tiga hari berkabung nasional. Ribuan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan, mengiringi jenazahnya dalam prosesi kenegaraan yang sederhana namun penuh haru. Dunia pun ikut memberikan penghormatan terakhir kepada seorang pemimpin yang memilih kesederhanaan di tengah jabatan tertinggi.
José Mujica menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus identik dengan kemewahan. Dia membuktikan seorang presiden bisa tetap hidup layaknya rakyat biasa, tanpa kehilangan wibawa.
“Kita datang ke dunia untuk hidup, bukan untuk menjadi budak pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam sebuah pidato di PBB yang viral.
Akhir Hayat dan Penghormatan
Pada 2024, Mujica didiagnosis menderita kanker esofagus yang kemudian menyebar ke hati. Dia menolak pengobatan agresif dan memilih perawatan paliatif. Pada 13 Mei 2025, dia mengembuskan napas terakhir di rumah kecilnya.
Pemerintah Uruguay menetapkan tiga hari berkabung nasional. Ribuan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan, mengiringi jenazahnya dalam prosesi kenegaraan yang sederhana namun penuh haru. Dunia pun ikut memberikan penghormatan terakhir kepada seorang pemimpin yang memilih kesederhanaan di tengah jabatan tertinggi.
José Mujica menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus identik dengan kemewahan. Dia membuktikan seorang presiden bisa tetap hidup layaknya rakyat biasa, tanpa kehilangan wibawa.
(mas)
Lihat Juga :