Jenderal Tertinggi Israel Ancam Habisi Para Pemimpin Hamas di Luar Negeri

Senin, 01 September 2025 - 10:34 WIB
loading...
Jenderal Tertinggi Israel...
Panglima Militer Zionis Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengancam akan membunuh para pemimpin Hamas yang berada di luar negeri. Foto/IDF
A A A
TEL AVIV - Panglima Militer Zionis Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir telah mengancam akan membunuh para pemimpin Hamas yang berada di luar negeri. Ancaman dilontarkan ketika pasukan Zionis melanjutkan perang brutalnya di Jalur Gaza.

"Tindakan kami belum selesai; sebagian besar pimpinan Hamas yang tersisa berada di luar negeri, dan kami akan menjangkau mereka juga," kata Zamir dalam komentar yang dikutip oleh pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

"Tentara Israel beroperasi secara ofensif, dengan inisiatif dan keunggulan operasional, di semua arena dan setiap saat, termasuk serangan signifikan IDF di Yaman, Lebanon, Suriah, dan arena lainnya," imbuh jenderal tertinggi militer Zionis tersebut, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Senin (1/9/2025).

Baca Juga: Israel: Abu Ubaidah Telah Tewas di Gaza!

Pada Minggu pagi, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeklaim bahwa juru bicara sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah, telah tewas dalam operasi gabungan yang diluncurkan oleh IDF dan badan keamanan intelijen domestik; Shin Bet, di Gaza.

"Juru bicara teror Hamas, Abu Ubaidah, telah tewas di Gaza," kata Katz dalam sebuah unggahan di X.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa Abu Ubaidah telah menjadi target serangan.

Militer Zionis Israel telah menghancurkan kepemimpinan Hamas selama 23 bulan pertempuran yang menghancurkan di Jalur Gaza, dengan dalih ingin membasmi kelompok perlawanan Palestina tersebut dan memulangkan para sandera yang ditawan oleh para milisi Palestina dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang tersebut.

Di daratan Gaza, saat matahari terbit pada hari Minggu, asap mengepul ke langit di atas Kota Gaza dan warga datang untuk memeriksa kerusakan di sebuah tenda yang hancur akibat serangan, dengan selimut berlumuran darah berserakan di reruntuhan.

Pasukan Israel telah mempersiapkan serangan untuk merebut Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah kantong Palestina, mengintensifkan pengeboman di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir dan memperingatkan evakuasi yang akan segera dilakukan.

Sementara itu, Hamas belum berkomentar mengenai pembunuhan Abu Ubaidah, yang nama aslinya menurut militer Israel adalah Hudaifa al-Kahlout.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai, Abu Ubaidah telah menyampaikan lusinan pidato di televisi, selalu muncul dengan seragam militer dan syal keffiyeh merah untuk menutupi wajahnya, serta menerbitkan pesan audio, siaran pers, dan unggahan media sosial.

Di sisi lain, sebagian besar dari lebih dari 2 juta penduduk Jalur Gaza telah mengungsi setidaknya sekali selama perang.

PBB memperkirakan bahwa hampir satu juta orang saat ini tinggal di Kota Gaza dan sekitarnya, di mana kelaparan telah dinyatakan.

Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan dan tembakan pasukan Israel di seluruh wilayah pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 24 orang, 15 di antaranya di dekat lokasi distribusi bantuan.

Pembunuhan terhadap Abu Ubaidah oleh pasukan Israel adalah yang terbaru dari serangkaian serangan yang menargetkan tokoh-tokoh senior Hamas, termasuk pemimpin Yahya Sinwar yang dituduh oleh Israel mendalangi serangan 7 Oktober 2023.

Operasi Israel juga telah menewaskan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh, kepala sayap bersenjatanya Mohammed Deif, dan komandan serta tokoh politik lainnya, yang secara signifikan melemahkan kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Sebelumnya pada hari Minggu, Hamas mengonfirmasi kematian Mohammed Sinwar, yang diduga sebagai pemimpin kelompok tersebut di Gaza, lebih dari tiga bulan setelah Israel mengeklaim telah membunuhnya dalam serangan udara.

Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel.

Dari 251 sandera yang disandera selama serangan tersebut, 47 orang masih ditahan di Gaza, sekitar 20 di antaranya diyakini masih hidup.

Serangan balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 63.459 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
5 Cara Keji Israel Membunuh...
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved