Jenderal Tertinggi Israel Ancam Habisi Para Pemimpin Hamas di Luar Negeri
Senin, 01 September 2025 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Militer Zionis Israel telah menghancurkan kepemimpinan Hamas selama 23 bulan pertempuran yang menghancurkan di Jalur Gaza, dengan dalih ingin membasmi kelompok perlawanan Palestina tersebut dan memulangkan para sandera yang ditawan oleh para milisi Palestina dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang tersebut.
Di daratan Gaza, saat matahari terbit pada hari Minggu, asap mengepul ke langit di atas Kota Gaza dan warga datang untuk memeriksa kerusakan di sebuah tenda yang hancur akibat serangan, dengan selimut berlumuran darah berserakan di reruntuhan.
Pasukan Israel telah mempersiapkan serangan untuk merebut Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah kantong Palestina, mengintensifkan pengeboman di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir dan memperingatkan evakuasi yang akan segera dilakukan.
Sementara itu, Hamas belum berkomentar mengenai pembunuhan Abu Ubaidah, yang nama aslinya menurut militer Israel adalah Hudaifa al-Kahlout.
Sejak perang Israel-Hamas dimulai, Abu Ubaidah telah menyampaikan lusinan pidato di televisi, selalu muncul dengan seragam militer dan syal keffiyeh merah untuk menutupi wajahnya, serta menerbitkan pesan audio, siaran pers, dan unggahan media sosial.
Di sisi lain, sebagian besar dari lebih dari 2 juta penduduk Jalur Gaza telah mengungsi setidaknya sekali selama perang.
PBB memperkirakan bahwa hampir satu juta orang saat ini tinggal di Kota Gaza dan sekitarnya, di mana kelaparan telah dinyatakan.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan dan tembakan pasukan Israel di seluruh wilayah pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 24 orang, 15 di antaranya di dekat lokasi distribusi bantuan.
Di daratan Gaza, saat matahari terbit pada hari Minggu, asap mengepul ke langit di atas Kota Gaza dan warga datang untuk memeriksa kerusakan di sebuah tenda yang hancur akibat serangan, dengan selimut berlumuran darah berserakan di reruntuhan.
Pasukan Israel telah mempersiapkan serangan untuk merebut Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah kantong Palestina, mengintensifkan pengeboman di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir dan memperingatkan evakuasi yang akan segera dilakukan.
Sementara itu, Hamas belum berkomentar mengenai pembunuhan Abu Ubaidah, yang nama aslinya menurut militer Israel adalah Hudaifa al-Kahlout.
Sejak perang Israel-Hamas dimulai, Abu Ubaidah telah menyampaikan lusinan pidato di televisi, selalu muncul dengan seragam militer dan syal keffiyeh merah untuk menutupi wajahnya, serta menerbitkan pesan audio, siaran pers, dan unggahan media sosial.
Di sisi lain, sebagian besar dari lebih dari 2 juta penduduk Jalur Gaza telah mengungsi setidaknya sekali selama perang.
PBB memperkirakan bahwa hampir satu juta orang saat ini tinggal di Kota Gaza dan sekitarnya, di mana kelaparan telah dinyatakan.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan dan tembakan pasukan Israel di seluruh wilayah pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 24 orang, 15 di antaranya di dekat lokasi distribusi bantuan.
Lihat Juga :