Tolak Tawaran AS, Norwegia Pilih Beli Kapal Perang Inggris Rp222 Triliun

Senin, 01 September 2025 - 08:17 WIB
loading...
Tolak Tawaran AS, Norwegia...
Norwegia memilih untuk membeli kapal perang baru Inggris senilai lebih dari Rp222 triliun. Norwegia menolak tawaran dari AS, Prancis, dan Jerman. Foto/Royal Navy
A A A
OSLO - Pemerintah Norwegia mengumumkan bahwa mereka telah memilih untuk membeli kapal perang baru Inggris dalam kesepakatan senilai USD13,5 miliar atau lebih dari Rp222 triliun. Kapal perang baru jenis fregat ini akan meningkatkan pertahanan maritim negara NATO di kawasan Nordik tersebut.

Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat telah menawarkan desain fregat mereka dalam kompetisi untuk dipilih dan dibeli Norwegia. Namun pada akhirnya Oslo memilih fregat rancangan London.

“Fregat merupakan bagian penting dari pertahanan kami karena mereka adalah kunci untuk mempertahankan kedaulatan kami,” kata Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere dalam konferensi pers pada hari Minggu, yang dilansir Reuters, Senin (1/9/2025).

Baca Juga: NATO Dibikin Pusing 3 Kapal Selam Rusia yang Diduga Dekati Kapal Induk AS

Norwegia adalah pemantau NATO untuk wilayah Atlantik Utara seluas 2 juta kilometer persegi (772.000 mil persegi). Wilayah itu selama ini menjadi medan operasi kapal selam nuklir armada utara Rusia.

Misi utama fregat baru ini nantinya adalah memantau kapal selam Rusia, yang pangkalannya berada di Semenanjung Kola, sebuah wilayah di Arktik yang berbatasan dengan Norwegia.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut baik kesepakatan pembelian kapal perang baru tersebut, yang menurutnya bernilai 10 miliar poundsterling.

Kesepakatan ini pada akhirnya akan menggabungkan armada 13 fregat anti-kapal selam—delapan milik Inggris dan setidaknya lima milik Norwegia—yang beroperasi bersama di Eropa utara, imbuh Starmer.

Para pejabat Inggris, yang menginginkan skala ekonomi untuk Angkatan Laut mereka sendiri dan untuk meningkatkan industri galangan kapal Skotlandia, telah gencar mempromosikan fregat BAE Systems, yang dikenal sebagai kelas T-26 City.

Kesepakatan ini akan mendukung 4.000 lapangan kerja di seluruh Britania Raya, termasuk lebih dari 2.000 di Skotlandia, kata pemerintah Inggris.

Norwegia berbatasan dengan Rusia dan sedang meningkatkan anggaran pertahanan menyusul invasi Moskow ke Ukraina dan tuntutan Presiden AS Donald Trump agar sekutu NATO memperkuat kekuatan militer mereka sendiri.

Pemerintah Norwegia mengatakan draf perjanjian dengan Inggris juga menjamin kerja sama industri dengan industri Norwegia yang setara dengan nilai total akuisisi.

Norwegia, negara berpenduduk 5,6 juta jiwa, saat ini mengoperasikan empat fregat. Sebelumnya, Norwegia menyatakan dapat memesan lima fregat, dengan opsi tambahan satu fregat.

"Ini akan menjadi pembelian terbesar hingga saat ini. Dan kami sekarang sedang memasuki negosiasi kontrak final," kata Gahr Stoere.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved