Disaksikan Rusia, China-India Sepakat Kurangi Ketegangan

Jum'at, 11 September 2020 - 14:38 WIB
loading...
Disaksikan Rusia, China-India...
Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - China dan India mengatakan telah menemui kata sepakat untuk mengurangi ketegangan di perbatasan Himalaya yang diperebutkan. Keduanya juga sepakat untuk mengambil langkah untuk memulihkan perdamaian dan ketenangan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar bertemu di Moskow dan mencapai konsensus lima poin, termasuk kesepakatan bahwa pasukan dari kedua belah pihak harus segera melepaskan dan meredakan ketegangan. Hal itu diungkapkan kedua negara dalam pernyataan bersama.

Konsensus tersebut, yang dibuat di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai, muncul setelah konfrontasi di daerah perbatasan di Himalaya barat awal pekan ini.(Baca juga: Konflik dengan China Memanas, India Tes Tembak Rudal Hipersonik Pertamanya )

“Kedua Menteri Luar Negeri sepakat bahwa situasi saat ini di daerah perbatasan tidak menguntungkan kedua belah pihak. Karena itu mereka setuju bahwa pasukan perbatasan dari kedua belah pihak harus melanjutkan dialog mereka, segera melepaskan diri, menjaga jarak yang tepat dan meredakan ketegangan,” kata mereka dalam pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/9/2020).

Sebuah sumber di India mengungkapkan Jaishankar mengatakan kepada Wang Yi bahwa tugas di depan mata adalah agar pasukan mundur dari "daerah gesekan" sehingga keadaan tidak menjadi lebih buruk. Untuk diketahui, pasukan kedua negara hanya berjarak beberapa ratus meter di beberapa titik.

Jaishankar memberi tahu Wang bahwa India sangat prihatin dengan penumpukan pasukan China di Garis Kontrol Aktual di perbatasan yang didefinisikan dengan buruk.

"Pihak China belum memberikan penjelasan yang kredibel untuk penempatan ini," kata sumber pemerintah India mengutip Jaishankar pada pertemuan tersebut.

"Perilaku provokatif pasukan garis depan China di berbagai insiden gesekan di sepanjang LAC juga menunjukkan pengabaian terhadap perjanjian dan protokol bilateral," kata Jaishankar, menambahkan setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo akan ditolak.

China dan India menuduh satu sama lain menembak ke udara selama konfrontasi. Ini adalah pelanggaran terhadap protokol yang telah lama berlaku untuk tidak menggunakan senjata api di perbatasan sensitif.(Baca juga: Sengketa Memanas, China Tuduh Tentara India Lepaskan Tembakan )

"Wang mengatakan kepada Jaishankar bahwa keharusannya adalah segera menghentikan provokasi seperti penembakan dan tindakan berbahaya lainnya yang melanggar komitmen yang dibuat oleh kedua belah pihak," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Wang juga memberi tahu Jaishankar semua personel dan peralatan yang masuk tanpa izin di perbatasan harus dipindahkan untuk meredakan situasi.

Pada bulan Juni, ketegangan meletus menjadi bentrokan perbatasan di mana 20 tentara India tewas dan China menderita jumlah korban yang tidak diketahui.(Baca juga: Bentrok dengan China di Himalaya, 20 Tentara India Tewas )

Pertemuan para menteri berlangsung selama dua jam dan merupakan upaya diplomatik terbaru untuk mencegah konflik yang lebih luas antara dua negara terpadat di dunia, yang berperang pada tahun 1962.

Sementara itu media China yang berpengaruh dan surat kabar resmi Partai Komunis, Global Times, melaporkan pada hari Rabu bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang memindahkan tentara, pembom, dan kendaraan lapis baja ke perbatasan.

Media pemerintah China juga baru-baru ini melaporkan latihan lompat bersenjata oleh pasukan terjun payung PLA di Tibet.

The Global Times mengatakan dalam editorial yang diterbitkan pada Kamis malam bahwa setiap pembicaraan dengan India harus digandengkan dengan "kesiapan perang".

"Pihak China harus sepenuhnya siap untuk mengambil tindakan militer ketika keterlibatan diplomatik gagal, dan pasukan garis depannya harus mampu menanggapi keadaan darurat, dan siap untuk berperang kapan saja," kata surat kabar itu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved