Mengapa Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan?

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:15 WIB
loading...
A A A

4. Pengaruh Pencerahan (Enlightenment)


Selain faktor sosial dan ekonomi, ide-ide baru dari era Pencerahan juga sangat berpengaruh dalam memicu Revolusi Prancis.

Filsuf seperti Voltaire, Rousseau, dan Montesquieu mengkritik keras absolutisme, ketidaksetaraan, serta dominasi gereja. Rousseau dalam karyanya The Social Contract menegaskan bahwa kekuasaan sejati ada pada rakyat, bukan pada raja.

Montesquieu memperkenalkan konsep pemisahan kekuasaan, sedangkan Voltaire menekankan pentingnya kebebasan berpendapat.

Ide-ide ini menyebar luas di kalangan borjuis dan intelektual, lalu membakar semangat rakyat untuk menuntut perubahan radikal.

5. Tercetusnya Revolusi: Serbuan ke Penjara Bastille


Puncak kemarahan rakyat terjadi pada 14 Juli 1789, ketika mereka menyerbu penjara Bastille di Paris. Bastille bukan hanya penjara, tetapi juga simbol absolutisme kerajaan dan penindasan politik.

Penyerbuan ini menjadi titik balik yang menandai dimulainya Revolusi Prancis. Peristiwa ini menunjukkan bahwa rakyat bersatu mampu menantang kekuasaan raja.

Tanggal 14 Juli kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Nasional Prancis, yang menandakan lahirnya kebebasan dan persamaan.

6. Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara


Salah satu pencapaian besar Revolusi adalah lahirnya dokumen penting berjudul Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara (Déclaration des Droits de l’Homme et du Citoyen) pada Agustus 1789.

Deklarasi ini menegaskan prinsip-prinsip fundamental: semua manusia dilahirkan bebas dan setara, kedaulatan ada di tangan rakyat, serta setiap orang berhak atas kebebasan, kepemilikan, keamanan, dan perlawanan terhadap penindasan.

Dokumen ini menjadi inspirasi bagi perkembangan demokrasi modern di seluruh dunia dan hingga kini masih dijadikan rujukan dalam pembahasan hak asasi manusia.

7. Runtuhnya Monarki Absolut


Tekanan rakyat yang semakin besar akhirnya memaksa Raja Louis XVI menyerahkan sebagian kekuasaan. Namun, upaya kompromi tidak berhasil.

Pada 1792, monarki dihapuskan dan Prancis diproklamasikan sebagai republik. Setahun kemudian, Raja Louis XVI diadili dan dihukum mati dengan guillotine atas tuduhan pengkhianatan.

Eksekusi ini mengguncang dunia, sekaligus menandai berakhirnya monarki absolut di Prancis. Bagi rakyat, jatuhnya raja menjadi bukti nyata bahwa penguasa yang menindas bisa digulingkan oleh kekuatan rakyat.

8. Munculnya Teror dan Ketidakstabilan


Meskipun Revolusi membawa perubahan besar, masa transisinya penuh gejolak. Pada periode 1793–1794, Prancis dipimpin oleh Maximilien Robespierre dari kelompok Jacobin yang radikal.

Masa ini dikenal sebagai Reign of Terror (Masa Teror), di mana ribuan orang, termasuk bangsawan dan bahkan para revolusioner sendiri, dieksekusi dengan tuduhan sebagai musuh revolusi.

Peristiwa ini menunjukkan revolusi besar sering kali diwarnai kekacauan internal sebelum menemukan keseimbangannya.

9. Kebangkitan Napoleon Bonaparte


Kekacauan politik setelah Revolusi membuka jalan bagi munculnya Napoleon Bonaparte, seorang jenderal muda yang cemerlang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Lima Akomodasi di Bali...
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved