Penasihat Trump Tuding Orang India Terlalu Arogan

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 18:15 WIB
loading...
Penasihat Trump Tuding...
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menuduh India arogan karena menentang tuntutan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pembelian minyak Rusia. Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif barang-barang India menjadi 50% pada hari Rabu (27/8/2025) dalam upaya mencegah New Delhi mengimpor lebih lanjut dari Rusia.

Bea masuk tersebut mencakup lebih dari separuh ekspor India ke AS, pasar terbesarnya. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah menyerukan peningkatan kemandirian dan menyatakan India bersedia menanggung tarif tersebut.

"Yang meresahkan saya adalah orang India begitu arogan tentang hal ini. Mereka berkata: 'oh, ini kedaulatan kami, kami dapat membeli minyak dari siapa pun kapan pun kami mau'," ujar Navarro dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Rabu.

"Saya bingung, oke? Modi pemimpin yang hebat... ini demokrasi yang matang dengan orang-orang cerdas yang menjalankannya, dan mereka menatap kita dengan berani... mereka bilang: 'kita tidak akan berhenti membeli minyak Rusia,'" papar dia.

Sangat mudah, India bisa mendapatkan diskon 25% besok jika berhenti membeli minyak Rusia.

Navarro berpendapat para pembayar pajak AS akhirnya menanggung beban pembelian minyak Rusia oleh India, karena hal itu diterjemahkan menjadi keberhasilan Moskow di medan perang.

"Dan kemudian hal berikutnya yang terjadi, tentu saja, adalah Ukraina datang kepada kita dan Eropa dan berkata, beri kami lebih banyak uang," ungkap dia.

Ajudan presiden Trump itu kemudian menyebut konflik Ukraina sebagai "perang Modi," dengan alasan, "Jalan menuju perdamaian, sebagian, melalui New Delhi."

Pekan lalu, Navarro menyebut India sebagai "laundry untuk Kremlin."

Menanggapi kritik atas pembelian minyak Rusia, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pekan lalu mengatakan negara-negara membeli produk minyak bumi olahan dari India atas kemauan mereka sendiri.

"Tidak ada yang memaksa Anda untuk membelinya. Eropa membeli, Amerika membeli, jadi jika Anda tidak menyukainya, jangan membelinya," ujarnya.

New Delhi, yang sudah menjadi pembeli minyak Rusia terbesar, akan meningkatkan impor bulan depan, Reuters melaporkan pada hari Kamis, mengutip sumber-sumber industri.

Baca juga: Mimpi Buruk! India Bersiap Hadapi PHK Besar-besaran akibat Dicekik Tarif Trump 50%
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved