Sosok Valentina Gomez, Politisi AS yang Bakar Al-Qur'an Sambil Caci Maki Umat Islam

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 11:13 WIB
loading...
A A A
Gomez kemudian mengklarifikasi bahwa dia tidak menyesali pembakaran Al-Qur'an dan menyalahkan kitab suci agama tersebut atas serangan 7 Oktober di Israel. "Saya teguh pada tindakan saya dan saya tidak akan pernah tunduk pada kitab suci yang bertanggung jawab atas pembantaian 7 Oktober, yang merenggut nyawa 13 anggota militer AS di Abbey Gate, dan menyerukan pembunuhan kami," tulisnya di X.

Tindakan Gomez menuai kritik dari Richard Grenell, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk misi khusus, yang mengatakan bahwa Gomez merusak Amandemen Pertama Konstitusi AS.

"Hentikan perusakan Amandemen Pertama Konstitusi yang ditetapkan oleh para leluhur kita. Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama. Anda tidak memahami kebebasan kami dengan baik," katanya, yang dikutip TRT Global, Jumat (29/8/2025).

Siapa Sebenarnya Sosok Valentina Gomez?


Valentina Gomez pernah memproklamirkan diri sebagai pendukung Presiden Donald Trump dan kampanye Make America Great Again (MAGA).

Politisi Amerika ini lahir pada 8 Mei 1999 di Medellin, Kolombia. Dia dan keluarganya pindah ke AS pada tahun 2009.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gomez mendapatkan pengakuan sebagai investor real estate dan memegang berbagai peran di sektor keuangan, termasuk posisi yang berfokus pada optimalisasi keuangan dan strategis di Nestlé.

Namun, profil politiknya telah diwarnai oleh berbagai kontroversi. Menurut The Independent, Gomez memiliki riwayat melakukan aksi kekerasan dan menggunakan retorika yang menghasut terhadap Muslim, komunitas LGBT+, warga Amerika kulit hitam, dan imigran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved