Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Hipersonik Kinzhal
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
"Fasilitas tersebut sedang melatih personel dan bersiap untuk memproduksi drone Bayraktar Turki," katanya.
"Dua serangan tercatat, dan fasilitas produksi rusak parah," kata Zinkevich, seperti dikutip dari Euro Maidan Press, Jumat (29/8/2025).
Pekan lalu, media Ukraina melaporkan peluncuran produksi rudal jelajah yang dijuluki Flamingo, dengan perkiraan jangkauan 3.000 kilometer dan muatan hingga 1.000 kilogram. Gambar senjata tersebut menunjukkan kemiripan yang dekat dengan FP-5, sebuah sistem yang diluncurkan awal tahun ini oleh perusahaan pertahanan Inggris-Uni Emirat Arab, Milanion Group, di sebuah pameran senjata di Abu Dhabi.
Awal bulan Agustus, Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan telah melakukan operasi bersama militer yang menargetkan program rudal balistik Sapsan Ukraina, mengeklaim telah menyusup ke dalam proyek tersebut dan menyebabkan kerusakan "kolosal" melalui serangan-serangan berikutnya.
Moskow telah berulang kali menuduh negara-negara Barat mengubah Ukraina menjadi kekuatan proksi dengan memasok senjata dan dana, sambil berargumen bahwa upaya perang Kyiv tidak berkelanjutan dan lebih menguntungkan kepentingan asing daripada kepentingan Ukraina.
"Dua serangan tercatat, dan fasilitas produksi rusak parah," kata Zinkevich, seperti dikutip dari Euro Maidan Press, Jumat (29/8/2025).
Pekan lalu, media Ukraina melaporkan peluncuran produksi rudal jelajah yang dijuluki Flamingo, dengan perkiraan jangkauan 3.000 kilometer dan muatan hingga 1.000 kilogram. Gambar senjata tersebut menunjukkan kemiripan yang dekat dengan FP-5, sebuah sistem yang diluncurkan awal tahun ini oleh perusahaan pertahanan Inggris-Uni Emirat Arab, Milanion Group, di sebuah pameran senjata di Abu Dhabi.
Awal bulan Agustus, Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan telah melakukan operasi bersama militer yang menargetkan program rudal balistik Sapsan Ukraina, mengeklaim telah menyusup ke dalam proyek tersebut dan menyebabkan kerusakan "kolosal" melalui serangan-serangan berikutnya.
Moskow telah berulang kali menuduh negara-negara Barat mengubah Ukraina menjadi kekuatan proksi dengan memasok senjata dan dana, sambil berargumen bahwa upaya perang Kyiv tidak berkelanjutan dan lebih menguntungkan kepentingan asing daripada kepentingan Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :