Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Hipersonik Kinzhal
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 08:11 WIB
loading...
Pabrik drone Bayraktar di Ukraina, salah satu dari banyak target yang diserang Rusia. Moskow serang Ibu Kota Ukraina dan lokasi lain dengan berbagai senjata, termasuk rudal hipersonik Kinzhal. Foto/Igor Zinkevich/Euro Maidan Press
A
A
A
KYIV - Rusia kembali membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan berbagai lokasi lain pada hari Kamis dengan menggunakan berbagai senjata. Salah satu senjata tersebut adalah rudal hipersonik Kinzhal.
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim target-target serangan adalah situs militer, termasuk beberapa pabrik senjata dan lapangan terbang.
Sementara itu, militer Ukraina mengeklaim telah mencegat sebagian besar drone dan rudal Rusia yang datang, tetapi mengakui serangan musuh yang berhasil di 13 lokasi. Ada juga kerusakan tambahan yang disebabkan oleh puing-puing dari senjata yang jatuh.
Baca Juga: Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
Salah satu serangan terekam CCTV, yang menunjukkan dua rudal menghantam lokasi yang sama di pusat kota Kyiv. Beberapa laporan mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai kantor perusahaan pertahanan Ukrspecsystems di Jalan Zhylianska, yang kemudian ditutup oleh polisi pada hari Kamis.
Didirikan pada tahun 2014, Ukrspecsystems memproduksi kendaraan udara nirawak, termasuk PD-2 jarak jauh, yang dilaporkan telah digunakan dalam serangan pesawat nirawak kamikaze jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk Moskow.
Igor Zinkevich, anggota dewan kota Lviv, mengeklaim bahwa Rusia juga menyerang pabrik di Kyiv yang dioperasikan oleh perusahaan militer Turki Bayraktar pada Rabu tengah malam atau Kamis dini hari. Dia menambahkan bahwa serangan itu adalah yang keempat dalam enam bulan terakhir.
"Fasilitas tersebut sedang melatih personel dan bersiap untuk memproduksi drone Bayraktar Turki," katanya.
"Dua serangan tercatat, dan fasilitas produksi rusak parah," kata Zinkevich, seperti dikutip dari Euro Maidan Press, Jumat (29/8/2025).
Pekan lalu, media Ukraina melaporkan peluncuran produksi rudal jelajah yang dijuluki Flamingo, dengan perkiraan jangkauan 3.000 kilometer dan muatan hingga 1.000 kilogram. Gambar senjata tersebut menunjukkan kemiripan yang dekat dengan FP-5, sebuah sistem yang diluncurkan awal tahun ini oleh perusahaan pertahanan Inggris-Uni Emirat Arab, Milanion Group, di sebuah pameran senjata di Abu Dhabi.
Awal bulan Agustus, Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan telah melakukan operasi bersama militer yang menargetkan program rudal balistik Sapsan Ukraina, mengeklaim telah menyusup ke dalam proyek tersebut dan menyebabkan kerusakan "kolosal" melalui serangan-serangan berikutnya.
Moskow telah berulang kali menuduh negara-negara Barat mengubah Ukraina menjadi kekuatan proksi dengan memasok senjata dan dana, sambil berargumen bahwa upaya perang Kyiv tidak berkelanjutan dan lebih menguntungkan kepentingan asing daripada kepentingan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim target-target serangan adalah situs militer, termasuk beberapa pabrik senjata dan lapangan terbang.
Sementara itu, militer Ukraina mengeklaim telah mencegat sebagian besar drone dan rudal Rusia yang datang, tetapi mengakui serangan musuh yang berhasil di 13 lokasi. Ada juga kerusakan tambahan yang disebabkan oleh puing-puing dari senjata yang jatuh.
Baca Juga: Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
Salah satu serangan terekam CCTV, yang menunjukkan dua rudal menghantam lokasi yang sama di pusat kota Kyiv. Beberapa laporan mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai kantor perusahaan pertahanan Ukrspecsystems di Jalan Zhylianska, yang kemudian ditutup oleh polisi pada hari Kamis.
Didirikan pada tahun 2014, Ukrspecsystems memproduksi kendaraan udara nirawak, termasuk PD-2 jarak jauh, yang dilaporkan telah digunakan dalam serangan pesawat nirawak kamikaze jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk Moskow.
Igor Zinkevich, anggota dewan kota Lviv, mengeklaim bahwa Rusia juga menyerang pabrik di Kyiv yang dioperasikan oleh perusahaan militer Turki Bayraktar pada Rabu tengah malam atau Kamis dini hari. Dia menambahkan bahwa serangan itu adalah yang keempat dalam enam bulan terakhir.
"Fasilitas tersebut sedang melatih personel dan bersiap untuk memproduksi drone Bayraktar Turki," katanya.
"Dua serangan tercatat, dan fasilitas produksi rusak parah," kata Zinkevich, seperti dikutip dari Euro Maidan Press, Jumat (29/8/2025).
Pekan lalu, media Ukraina melaporkan peluncuran produksi rudal jelajah yang dijuluki Flamingo, dengan perkiraan jangkauan 3.000 kilometer dan muatan hingga 1.000 kilogram. Gambar senjata tersebut menunjukkan kemiripan yang dekat dengan FP-5, sebuah sistem yang diluncurkan awal tahun ini oleh perusahaan pertahanan Inggris-Uni Emirat Arab, Milanion Group, di sebuah pameran senjata di Abu Dhabi.
Awal bulan Agustus, Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan telah melakukan operasi bersama militer yang menargetkan program rudal balistik Sapsan Ukraina, mengeklaim telah menyusup ke dalam proyek tersebut dan menyebabkan kerusakan "kolosal" melalui serangan-serangan berikutnya.
Moskow telah berulang kali menuduh negara-negara Barat mengubah Ukraina menjadi kekuatan proksi dengan memasok senjata dan dana, sambil berargumen bahwa upaya perang Kyiv tidak berkelanjutan dan lebih menguntungkan kepentingan asing daripada kepentingan Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :