Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
"Mengenai informasi mengenai kerusakan pada salah satu kapal Angkatan Laut Ukraina: kami mengonfirmasi fakta serangan terhadap kapal tersebut. Proses pemulihan akibat serangan masih berlangsung. Sebagian besar awak kapal selamat. Pencarian beberapa pelaut masih berlangsung. Sayangnya, satu awak kapal tewas dan beberapa lainnya luka-luka," katanya, yang dikutip Ukrinform, Jumat (29/8/2025).
Simferopol adalah kapal pengintai menengah kelas Laguna, sebuah kapal intelijen radio-elektronik yang berbasis pada desain kapal pukat 502EM.
Kapal ini diluncurkan pada 23 April 2019, dan secara resmi memasuki dinas Angkatan Laut Ukraina pada tahun 2021. Perannya adalah untuk memantau komunikasi, melacak sinyal elektronik, dan mendukung operasi pengintaian maritim yang lebih luas di wilayah Laut Hitam.
Kapal ini pernah selamat dari kerusakan akibat pertempuran dalam perang yang sedang berlangsung. Pada Desember 2024, kapal tersebut dihantam rudal Iskander Rusia, tetapi berhasil berlayar meskipun mengalami kerusakan parah.
Serangan terhadap Simferopol menyusul intensifikasi upaya Rusia untuk mengganggu operasi Angkatan Laut dan kemampuan pengintaian Ukraina.
Drone laut menawarkan Moskow sarana yang relatif murah untuk melakukan serangan terarah sekaligus meminimalkan risiko bagi kapal perang berawak, terutama karena aset Angkatan Laut Rusia masih berada di bawah tekanan dari serangan drone dan rudal jarak jauh Ukraina.
Simferopol adalah kapal pengintai menengah kelas Laguna, sebuah kapal intelijen radio-elektronik yang berbasis pada desain kapal pukat 502EM.
Kapal ini diluncurkan pada 23 April 2019, dan secara resmi memasuki dinas Angkatan Laut Ukraina pada tahun 2021. Perannya adalah untuk memantau komunikasi, melacak sinyal elektronik, dan mendukung operasi pengintaian maritim yang lebih luas di wilayah Laut Hitam.
Kapal ini pernah selamat dari kerusakan akibat pertempuran dalam perang yang sedang berlangsung. Pada Desember 2024, kapal tersebut dihantam rudal Iskander Rusia, tetapi berhasil berlayar meskipun mengalami kerusakan parah.
Serangan terhadap Simferopol menyusul intensifikasi upaya Rusia untuk mengganggu operasi Angkatan Laut dan kemampuan pengintaian Ukraina.
Drone laut menawarkan Moskow sarana yang relatif murah untuk melakukan serangan terarah sekaligus meminimalkan risiko bagi kapal perang berawak, terutama karena aset Angkatan Laut Rusia masih berada di bawah tekanan dari serangan drone dan rudal jarak jauh Ukraina.
Lihat Juga :