Tarian Tabola Bale dan Pacu Jalur, Pencak Silat, Gamelan, dan Kuliner dari Restoran Indonesia Meriahkan Malam Resepsi Diplomatik Indonesia di Abu Dhabi
Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:03 WIB
loading...
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi menggelar Resepsi Diplomatik memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Gold Ballroom, Abu Dhabi Country Club (ADCC), Rabu malam 27 Agustus 2025. Foto/kbri
A
A
A
ABU DHABI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi menggelar Resepsi Diplomatik memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Gold Ballroom, Abu Dhabi Country Club (ADCC), Rabu malam 27 Agustus 2025. Acara ini dihadiri sekitar 300 tamu undangan, terdiri dari 52 orang Duta Besar dan 37 diplomat dari negara sahabat, pejabat Pemerintah UEA, CEO perusahaan-perusahaan PEA, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Resepsi juga dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Dubai beserta jajaran, yang bergabung bersama jajaran diplomat dan staf KBRI Abu Dhabi.
Acara resmi dibuka dengan penyambutan Tamu Kehormatan H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur PEA, yang juga utusan khusus Presiden PEA untuk Indonesia. Lagu kebangsaan Uni Emirat Arab dan Indonesia dibawakan khidmat oleh paduan suara anak-anak homestaf KBRI, diiringi alunan piano, cello, dan biola.
Dalam pidatonya, Duta Besar RI untuk PEA, H.E. Husin Bagis menegaskan bahwa hubungan Indonesia–UEA saat ini berada pada titik terkuat, dengan kerja sama yang terus berkembang di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, hingga pendidikan.
Setelah hampir 14 tahun mengabdi di PEA, (4 tahun sebagai Kepala ITPC Dubai dan 10 tahun sebagai Duta Besar), Dubes Husin Bagis menyebut negara ini telah menjadi rumah keduanya, sembari berharap persahabatan Indonesia–PEA terus tumbuh dan berlanjut bagi generasi mendatang.
Acara ini juga menjadi resepsi diplomatik terakhir bagi Dubes Husin Bagis, sebelum beliau kembali ke Indonesia.
Tarian Massal Tabola Bale dan Pacu Jalur
Resepsi Diplomatik dimeriahkan dengan penampilan budaya melalui kelompok tari Adya Dipta yang menampilkan medley tiga tarian tradisional dari Riau (Lancang Kuning), Jawa Barat (Bajidor), dan Kalimantan Timur (Enggang Balian).
Puncak penampilan hadir melalui tarian massal Tabola Bale & Pacu Jalur, yang diramaikan dengan partisipasi staf KBRI, KJRI serta sejumlah WNI dan tamu undangan lainnya mengikuti gerakan penari di panggung.
Nuansa kebersamaan dalam tarian Tabola Bale dan Pacu Jalur yang viral ini mengingatkan pada perayaan HUT RI di Istana Negara baru-baru ini.
Malam resepsi juga menampilkan Pencak Silat, seni bela diri Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Mariam Rashed Almansoori, atlet PEA peraih medali perak Kejuaraan Dunia Pencak Silat (WPSC) ke-20 Desember 2024 di Abu Dhabi, membawakan Jurus Tunggal Baku IPSI dengan gerakan yang menawan.
Arsy Magita Nurpratiwi Baruno menampilkan Jurus Kipas, kemudian beradu teknik dalam sparring dengan adiknya, Aziz Nurghani Baruno. Penampilan ini memperlihatkan bahwa budaya dan olahraga Pencak Silat telah mulai diterima di kalangan masyarakat PEA.
Para tamu menikmati diplomasi kuliner melalui berbagai hidangan khas Indonesia yang disajikan oleh restoran Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai. Selain menu dari Abu Dhabi Country Club, disajikan juga menu khas antara lain Sate Ayam Madura dari Restoran Rempah Abu Dhabi, Rendang dari Restoran Sarirasa Abu Dhabi, Soto Ayam Banjar dari Restoran House of Indonesia Dubai, Nasi Kuning dengan Empal Gepuk dari Restoran Bobi Bowl Dubai.
Selain itu juga terdapat menu Bakso dari KBRI, serta Nasi dan Mie Goreng Indonesia dari ADCC, dilengkapi kopi khas dari Cafe Kopi Ketjil.
Jamuan Nusantara ini diperkaya dengan penampilan Tim Gamelan KBRI Abu Dhabi, yang menghadirkan harmoni irama dari saron, gong, dan kendang sebagai latar musikal, mengikat seluruh pengalaman malam menjadi hangat dan autentik.
Keindahan acara juga tercermin dari busana adat daerah yang dikenakan para penampil bersama staf KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.
Tampak apik ragam pakaian tradisionaln khas dari Jawa, Bali, Betawi, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi yang dipadukan dengan penuh warna, menambah kekayaan visual sekaligus mempertegas keberagaman budaya Indonesia di panggung diplomatik.
Dalam wawancara singkat, H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan apresiasi atas hubungan baik PEA–Indonesia serta optimisme bahwa kerja sama kedua negara akan terus meningkat di berbagai bidang pada masa mendatang.
Kedekatan pemimpin kedua negara telah membukakan banyak kerjasama dan investasi, dan ke depan UAE ingin meningkatkan lebih banyak lagi investasinya di Indonesia. Ia juga mengapresiasi peran Dubes Husin Bagis yang telah banyak membawa kemajuan bagi hubungan kedua negara.
Resepsi juga dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Dubai beserta jajaran, yang bergabung bersama jajaran diplomat dan staf KBRI Abu Dhabi.
Acara resmi dibuka dengan penyambutan Tamu Kehormatan H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur PEA, yang juga utusan khusus Presiden PEA untuk Indonesia. Lagu kebangsaan Uni Emirat Arab dan Indonesia dibawakan khidmat oleh paduan suara anak-anak homestaf KBRI, diiringi alunan piano, cello, dan biola.
Resepsi Diplomatik Terakhir
Dalam pidatonya, Duta Besar RI untuk PEA, H.E. Husin Bagis menegaskan bahwa hubungan Indonesia–UEA saat ini berada pada titik terkuat, dengan kerja sama yang terus berkembang di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, hingga pendidikan.
Setelah hampir 14 tahun mengabdi di PEA, (4 tahun sebagai Kepala ITPC Dubai dan 10 tahun sebagai Duta Besar), Dubes Husin Bagis menyebut negara ini telah menjadi rumah keduanya, sembari berharap persahabatan Indonesia–PEA terus tumbuh dan berlanjut bagi generasi mendatang.
Acara ini juga menjadi resepsi diplomatik terakhir bagi Dubes Husin Bagis, sebelum beliau kembali ke Indonesia.
Tarian Massal Tabola Bale dan Pacu Jalur
Resepsi Diplomatik dimeriahkan dengan penampilan budaya melalui kelompok tari Adya Dipta yang menampilkan medley tiga tarian tradisional dari Riau (Lancang Kuning), Jawa Barat (Bajidor), dan Kalimantan Timur (Enggang Balian).
Puncak penampilan hadir melalui tarian massal Tabola Bale & Pacu Jalur, yang diramaikan dengan partisipasi staf KBRI, KJRI serta sejumlah WNI dan tamu undangan lainnya mengikuti gerakan penari di panggung.
Nuansa kebersamaan dalam tarian Tabola Bale dan Pacu Jalur yang viral ini mengingatkan pada perayaan HUT RI di Istana Negara baru-baru ini.
Pencak Silat: Kolaborasi Atlet UEA dan Diaspora Indonesia
Malam resepsi juga menampilkan Pencak Silat, seni bela diri Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Mariam Rashed Almansoori, atlet PEA peraih medali perak Kejuaraan Dunia Pencak Silat (WPSC) ke-20 Desember 2024 di Abu Dhabi, membawakan Jurus Tunggal Baku IPSI dengan gerakan yang menawan.
Arsy Magita Nurpratiwi Baruno menampilkan Jurus Kipas, kemudian beradu teknik dalam sparring dengan adiknya, Aziz Nurghani Baruno. Penampilan ini memperlihatkan bahwa budaya dan olahraga Pencak Silat telah mulai diterima di kalangan masyarakat PEA.
Diplomasi Kuliner dan Alunan Gamelan
Para tamu menikmati diplomasi kuliner melalui berbagai hidangan khas Indonesia yang disajikan oleh restoran Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai. Selain menu dari Abu Dhabi Country Club, disajikan juga menu khas antara lain Sate Ayam Madura dari Restoran Rempah Abu Dhabi, Rendang dari Restoran Sarirasa Abu Dhabi, Soto Ayam Banjar dari Restoran House of Indonesia Dubai, Nasi Kuning dengan Empal Gepuk dari Restoran Bobi Bowl Dubai.
Selain itu juga terdapat menu Bakso dari KBRI, serta Nasi dan Mie Goreng Indonesia dari ADCC, dilengkapi kopi khas dari Cafe Kopi Ketjil.
Jamuan Nusantara ini diperkaya dengan penampilan Tim Gamelan KBRI Abu Dhabi, yang menghadirkan harmoni irama dari saron, gong, dan kendang sebagai latar musikal, mengikat seluruh pengalaman malam menjadi hangat dan autentik.
Busana Nusantara Meriahkan Resepsi
Keindahan acara juga tercermin dari busana adat daerah yang dikenakan para penampil bersama staf KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.
Tampak apik ragam pakaian tradisionaln khas dari Jawa, Bali, Betawi, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi yang dipadukan dengan penuh warna, menambah kekayaan visual sekaligus mempertegas keberagaman budaya Indonesia di panggung diplomatik.
UAE Ingin Meningkatkan Investasi di Indonesia
Dalam wawancara singkat, H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan apresiasi atas hubungan baik PEA–Indonesia serta optimisme bahwa kerja sama kedua negara akan terus meningkat di berbagai bidang pada masa mendatang.
Kedekatan pemimpin kedua negara telah membukakan banyak kerjasama dan investasi, dan ke depan UAE ingin meningkatkan lebih banyak lagi investasinya di Indonesia. Ia juga mengapresiasi peran Dubes Husin Bagis yang telah banyak membawa kemajuan bagi hubungan kedua negara.
(sya)
Lihat Juga :