Gereja AS Diberondong Tembakan saat Misa Katolik, 2 Anak Tewas, 17 Luka
Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:54 WIB
loading...
Gereja Katolik Annunciation di Minneapolis, Amerika Serikat, diberondong tembakan saat Misa Katolik berlangsung. Dua anak tewas, 17 orang lainnya terluka. Foto/Screenshot video CBS
A
A
A
WASHINGTON - Gereja Katolik Annunciation di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), diberondong tembakan saat Misa Katolik berlangsung, Rabu waktu setempat. Setidaknya dua anak, berusia 8 dan 10 tahun, tewas tertembak di bangku gereja.
Sebanyak 17 orang lainnya terluka. Menurut polisi, pelaku yang bersenjata senapan, senapan laras ganda, dan pistol, mengumbar banyak tembakan ke jendela gereja, menghantam anak-anak yang sedang berdoa di dalam.
Sebanyak 14 anak, berusia 6 hingga 15 tahun, dan tiga umat paroki berusia 80-an terluka akibat tembakan tersebut.
Baca Juga: Penembakan Massal Guncang Kelab Malam New York City, 3 Tewas, 9 Luka
Pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Robin Westman (23), juga tewas karena luka tembak yang dilakukan sendiri, kata para pejabat setempat. Westman membeli senjata yang digunakan dalam penembakan hari Rabu secara legal.
Pada Rabu sore, polisi mengeluarkan empat surat perintah penggeledahan: satu untuk gereja tempat penembakan terjadi dan tiga untuk rumah-rumah di sekitarnya yang terkait dengan pelaku.
Polisi telah menemukan senjata api tambahan di rumah-rumah tersebut, kata Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O'Hara.
Menurutnya, pelaku membuat manifesto dengan tulisan-tulisan yang meresahkan dan menjadwalkannya untuk ditayangkan di YouTube pada hari Rabu.
Sebelumnya, juga pada hari Rabu, O'Hara mengatakan: "Ini adalah tindakan kekerasan yang disengaja terhadap anak-anak tak berdosa dan orang-orang lain yang sedang beribadah. Kekejaman dan kepengecutan yang nyata dalam menembaki gereja yang penuh dengan anak-anak tidak dapat dipahami."
Berbicara sebelumnya kepada WCCO di Minnesota, seorang penyintas, Weston Halsne (10) menceritakan bagaimana seorang teman menyelamatkannya ketika tiba-tiba terdengar tembakan saat Misa Katolik berlangsung.
"Rasanya seperti ada tembakan, lalu kami seperti bersembunyi di bawah bangku gereja," kenang siswa kelas lima itu. "Mereka menembak menembus jendela kaca patri, kurasa, dan itu sangat menakutkan."
Halsne mengatakan dia duduk dua kursi dari jendela dan merasakan sesuatu yang dia kira bubuk mesiu di lehernya.
"Teman saya, Victor ... menyelamatkan saya. Karena dia berbaring di atas saya," kata Halsne. "Tapi dia tertembak."
"Saya sangat takut pada keadaannya," imbuh Halsne, yang dilansir CBS, Kamis (28/8/2025). "Tapi saya rasa sekarang dia baik-baik saja."
Mantan Anggota DPR Arizona, Gabby Giffords, mengatakan dia "patah hati dan murka atas penembakan tersebut" dalam sebuah unggahan di X.
"Komunitas lain kini trauma akibat penembakan massal," katanya. "Berapa banyak lagi anak-anak yang harus menjalani mimpi buruk ini sebelum para pemimpin terpilih kita bertindak?"
Giffords ditembak di kepala dalam penembakan massal pada Januari 2011 saat menjadi tuan rumah acara temu-sapa publik di Casas Adobes, Arizona. Pria bersenjata saat itu menembak 19 orang, menewaskan enam di antaranya.
Sejak saat itu, dia menjadi advokat vokal untuk memerangi kekerasan senjata di AS dan ikut mendirikan sebuah organisasi nirlaba pada tahun 2013 bersama suaminya, Senator Arizona Mark Kelly, yang memperjuangkan keamanan senjata.
Sebanyak 17 orang lainnya terluka. Menurut polisi, pelaku yang bersenjata senapan, senapan laras ganda, dan pistol, mengumbar banyak tembakan ke jendela gereja, menghantam anak-anak yang sedang berdoa di dalam.
Sebanyak 14 anak, berusia 6 hingga 15 tahun, dan tiga umat paroki berusia 80-an terluka akibat tembakan tersebut.
Baca Juga: Penembakan Massal Guncang Kelab Malam New York City, 3 Tewas, 9 Luka
Pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Robin Westman (23), juga tewas karena luka tembak yang dilakukan sendiri, kata para pejabat setempat. Westman membeli senjata yang digunakan dalam penembakan hari Rabu secara legal.
Pada Rabu sore, polisi mengeluarkan empat surat perintah penggeledahan: satu untuk gereja tempat penembakan terjadi dan tiga untuk rumah-rumah di sekitarnya yang terkait dengan pelaku.
Polisi telah menemukan senjata api tambahan di rumah-rumah tersebut, kata Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O'Hara.
Menurutnya, pelaku membuat manifesto dengan tulisan-tulisan yang meresahkan dan menjadwalkannya untuk ditayangkan di YouTube pada hari Rabu.
Sebelumnya, juga pada hari Rabu, O'Hara mengatakan: "Ini adalah tindakan kekerasan yang disengaja terhadap anak-anak tak berdosa dan orang-orang lain yang sedang beribadah. Kekejaman dan kepengecutan yang nyata dalam menembaki gereja yang penuh dengan anak-anak tidak dapat dipahami."
Berbicara sebelumnya kepada WCCO di Minnesota, seorang penyintas, Weston Halsne (10) menceritakan bagaimana seorang teman menyelamatkannya ketika tiba-tiba terdengar tembakan saat Misa Katolik berlangsung.
"Rasanya seperti ada tembakan, lalu kami seperti bersembunyi di bawah bangku gereja," kenang siswa kelas lima itu. "Mereka menembak menembus jendela kaca patri, kurasa, dan itu sangat menakutkan."
Halsne mengatakan dia duduk dua kursi dari jendela dan merasakan sesuatu yang dia kira bubuk mesiu di lehernya.
"Teman saya, Victor ... menyelamatkan saya. Karena dia berbaring di atas saya," kata Halsne. "Tapi dia tertembak."
"Saya sangat takut pada keadaannya," imbuh Halsne, yang dilansir CBS, Kamis (28/8/2025). "Tapi saya rasa sekarang dia baik-baik saja."
Mantan Anggota DPR Arizona, Gabby Giffords, mengatakan dia "patah hati dan murka atas penembakan tersebut" dalam sebuah unggahan di X.
"Komunitas lain kini trauma akibat penembakan massal," katanya. "Berapa banyak lagi anak-anak yang harus menjalani mimpi buruk ini sebelum para pemimpin terpilih kita bertindak?"
Giffords ditembak di kepala dalam penembakan massal pada Januari 2011 saat menjadi tuan rumah acara temu-sapa publik di Casas Adobes, Arizona. Pria bersenjata saat itu menembak 19 orang, menewaskan enam di antaranya.
Sejak saat itu, dia menjadi advokat vokal untuk memerangi kekerasan senjata di AS dan ikut mendirikan sebuah organisasi nirlaba pada tahun 2013 bersama suaminya, Senator Arizona Mark Kelly, yang memperjuangkan keamanan senjata.
(mas)
Lihat Juga :