Presiden Trump Ingin Miliarder Yahudi George Soros Dituntut Pidana

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:42 WIB
loading...
Presiden Trump Ingin...
Miliarder Yahudi George Soros berkewarganegaraan Hungaria-AS. Presiden AS Donald Trump ingin Soros dituntut secara pidana. Foto/Anadolu via TRT Global
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyerukan agar miliarder Yahudi George Soros dan putranya yang beraliran "radikal kiri" dituntut secara pidana. Alasannya, menurut Trump, mereka memberikan dukungan terhadap protes kekerasan di seluruh Amerika Serikat.

Soros, seorang penyintas Holocaust berusia 95 tahun, telah lama dianggap sebagai penjahat oleh Trump dan basis konservatifnya. Organisasi filantropisnya, Open Society Foundations, adalah salah satu penyandang dana terbesar di dunia untuk berbagai isu, termasuk hak asasi manusia, transparansi pemerintah, kesehatan masyarakat, dan pendidikan.

Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya pada hari Rabu, Trump mengeklaim bahwa George Soros dan putranya, Alexander Soros, harus dituntut berdasarkan Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act (RICO), sebuah undang-undang federal AS yang biasanya digunakan untuk mendakwa anggota kelompok kriminal.

Baca Juga: Mengapa George Soros Lebih Berbahaya Dibandingkan Elon Musk?

Menurut Trump, dukungan keluarga Soros terhadap protes kekerasan dan berbagai aksi lainnya di seluruh AS menjadi dasar untuk tuduhan tersebut. Dia menyatakan bahwa miliarder Yahudi tersebut tidak akan lagi diizinkan untuk "memecah belah Amerika".

"George Soros, dan putranya yang berhaluan kiri radikal yang hebat, harus didakwa dengan RICO karena dukungan mereka terhadap protes kekerasan, dan banyak lagi, di seluruh Amerika Serikat," tulis Trump, yang dikutip Reuters, Kamis (28/8/2025).

"Itu termasuk teman-teman gila-nya di Pantai Barat. Hati-hati, kami mengawasimu!" lanjut Trump.

Meskipun Trump tidak merinci protes kekerasan mana yang dia maksud, pernyataannya muncul setelah demonstrasi besar-besaran musim panas ini.

Pada bulan Juni, protes terhadap penggerebekan imigrasi federal di Los Angeles meningkat menjadi kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran, disertai bentrokan dengan polisi, yang menyebabkan ratusan penangkapan dan pengerahan ribuan pasukan Garda Nasional.

Sementara itu, pihak Open Society Foundations (OSF) mengecam komentar Trump.

"Tuduhan-tuduhan ini keterlaluan dan salah. Open Society Foundations tidak mendukung atau mendanai protes kekerasan," kata yayasan tersebut melalui juru bicaranya.

"Misi kami adalah memajukan hak asasi manusia, keadilan, dan prinsip-prinsip demokrasi di dalam negeri dan di seluruh dunia," imbuhnya.

Nama Soros baru-baru juga ini muncul kembali sehubungan dengan kampanye hitam "Russiagate" tahun 2016. Awal bulan ini, Komite Kehakiman Senat AS merilis laporan yang menuduh OSF terkait dengan upaya tim kampanye Hillary Clinton untuk mempromosikan klaim kolusi antara Trump dan Rusia yang telah dibantah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Fany Sulf Sentil Fenomena...
Fany Sulf Sentil Fenomena Netizen Suka Komentar Lewat Lagu Orang-Orang
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved