Menlu AS Pompeo: Bukti Sangat Besar COVID-19 dari Laboratorium China

Senin, 04 Mei 2020 - 08:41 WIB
loading...
Menlu AS Pompeo: Bukti...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Michael Richard Pompeo, mengklaim ada bukti yang sangat besar wabah virus corona baru (COVID-19) berasal dari laboratorium China. Namun, dia tidak membeberkan bukti atas klaimnya itu.

Klaim Pompeo—yang dibuat dalam wawancara dengan ABC This Week—mewakili peningkatan retorika perseteruan Washington terhadap Beijing. Dia sebelumnya mengatakan AS sedang mencari kemungkinan virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan, China.

"Ada bukti sangat besar bahwa di situlah ini dimulai," katanya. "Saya dapat memberi tahu Anda bahwa ada sejumlah besar bukti bahwa ini berasal dari laboratorium di Wuhan," katanya lagi, yang dilansir Senin (4/5/2020).

Pada satu titik, Menlu Amerika ini terlihat bingung apakah dia mengklaim virus Sars-CoV-2 (yang menyebabkan penyakit COVID-19) sengaja direkayasa atau melarikan diri akibat kecelakaan laboratorium.

"Dengar, para ahli terbaik sejauh ini berpikir itu buatan manusia. Saya tidak punya alasan untuk tidak mempercayai hal itu pada saat ini," ujar bekas direktur CIA ini.

Tetapi ketika dia diingatkan bahwa intelijen AS telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mencatat sebaliknya—bahwa konsensus ilmiah adalah virus itu tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetik—Pompeo menjawab; "Itu benar. Saya setuju dengan itu."

Pada hari yang sama, Pompeo mengatakan kepada pewawancara radio; “Kami tidak tahu apakah itu berasal dari Institut Virologi Wuhan. Kami tidak tahu apakah itu berasal dari pasar basah atau tempat lain. Kami tidak tahu jawaban itu."

Hingga Minggu sore, menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins, AS telah mengonfirmasi 1.134.507 kasus virus corona baru dan lebih dari 66.000 kematian. Di seluruh dunia, ada hampir 3,5 juta kasus dikonfirmasi dan lebih dari 245.000 orang telah meninggal.

Diserang oleh kritik terhadap tanggapannya atas wabah dan manajemen krisis kesehatan masyarakat yang terjadi, administrasi Trump berusaha untuk memfokuskan kesalahan pada China.

Sebagian besar ahli epidemiologi mengatakan bahwa walaupun dimungkinkan wabah dimulai di Institut Virologi Wuhan, di mana coronavirus telah dipelajari secara intensif, itu adalah skenario yang jauh lebih kecil daripada teori yang ditularkan secara alami dari kelelawar melalui hewan perantara, bermutasi sepanjang cara untuk menjadi berbahaya bagi manusia.

Pada hari Selasa, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, mengatakan "bobot bukti" menunjuk pada transmisi alami tetapi tidak konklusif.

Beijing telah menolak anggapan bahwa virus itu bisa lolos dari laboratorium. Namun pihak berwenang China belum mengizinkan para pakar asing, termasuk para penyelidik dari Organisasi Kesehatan Dunia, untuk ikut serta dalam penyelidikan asal-usul virus tersebut. Mereka juga tidak berbagi sampel yang diambil dari hewan liar di pasar ternak Wuhan di mana mereka mengklaim wabah dimulai.

Pada tahun 2018, para diplomat dan ilmuwan AS mengemukakan kekhawatiran dalam kabel-kabel diplomatik Departemen Luar Negeri tentang standar keselamatan dan Institut Virologi Wuhan.

Analisis dari 41 pasien pertama COVID-19 dalam jurnal medis Lancet menemukan bahwa 27 memiliki paparan langsung ke pasar Wuhan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro = Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved