Menlu AS Pompeo: Bukti Sangat Besar COVID-19 dari Laboratorium China

Senin, 04 Mei 2020 - 08:41 WIB
loading...
A A A
Tetapi ketika dia diingatkan bahwa intelijen AS telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mencatat sebaliknya—bahwa konsensus ilmiah adalah virus itu tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetik—Pompeo menjawab; "Itu benar. Saya setuju dengan itu."

Pada hari yang sama, Pompeo mengatakan kepada pewawancara radio; “Kami tidak tahu apakah itu berasal dari Institut Virologi Wuhan. Kami tidak tahu apakah itu berasal dari pasar basah atau tempat lain. Kami tidak tahu jawaban itu."

Hingga Minggu sore, menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins, AS telah mengonfirmasi 1.134.507 kasus virus corona baru dan lebih dari 66.000 kematian. Di seluruh dunia, ada hampir 3,5 juta kasus dikonfirmasi dan lebih dari 245.000 orang telah meninggal.

Diserang oleh kritik terhadap tanggapannya atas wabah dan manajemen krisis kesehatan masyarakat yang terjadi, administrasi Trump berusaha untuk memfokuskan kesalahan pada China.

Sebagian besar ahli epidemiologi mengatakan bahwa walaupun dimungkinkan wabah dimulai di Institut Virologi Wuhan, di mana coronavirus telah dipelajari secara intensif, itu adalah skenario yang jauh lebih kecil daripada teori yang ditularkan secara alami dari kelelawar melalui hewan perantara, bermutasi sepanjang cara untuk menjadi berbahaya bagi manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Berita Terkini
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved