7 Negara Paling Religius di Asia, Salah Satunya Baru Saja Dibombardir Israel
Senin, 25 Agustus 2025 - 14:24 WIB
loading...
Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara paling religius di Asia. Foto/Aldhi Chandra Setiawan/SINDOnews.com
A
A
A
JAKARTA - Dari puluhan negara di Asia, ada tujuh yang religiusitasnya menonjol. Penduduk di tujuh negara tersebut bukan sekadar beragama secara administratif, tetapi menempatkan iman sebagai pusat kehidupan sehari-hari.
Asia bukan hanya benua terbesar di dunia, tetapi juga rumah bagi keragaman keyakinan. Dari Himalaya hingga Samudera Pasifik, agama menjadi nadi kehidupan sosial, budaya, dan politik.
Survei global seperti Pew Research Center, Gallup International, hingga World Values Survey berulang kali menegaskan: masyarakat Asia cenderung jauh lebih religius dibanding Eropa atau Amerika Utara. Berikut ini tujuh negara paling religius di Asia.
Baca Juga: Negara Paling Religius di Dunia, Indonesia Bukan Nomor 1 tapi Jauh di Atas Arab Saudi
7 Negara Paling Religius di Asia
•Data: Survei Pew Research Center 2015 menunjukkan lebih dari 99% warga Afghanistan menyebut agama sangat penting dalam hidup mereka.
•Analisis: Di Afghanistan, agama dan politik menyatu. Syariat Islam dijadikan undang-undang dasar (UUD) negara. Praktik keagamaan di negara ini dipantau ketat, terlebih setelah Taliban kembali berkuasa. Religiusitas di sini bukan hanya ekspresi iman, melainkan fondasi negara.
•Data: Studi Gallup 2020 menyebut 98% masyarakat Yaman menganggap agama penting, salah satu tertinggi di dunia.
•Analisis: Meski dihantam perang saudara dan krisis kemanusiaan, agama tetap jadi perekat sosial. Negara ini juga baru saja dibombardir Israel pada hari Minggu, imbas konflik Israel-Houthi Yaman. Meski dilanda konflik, Ramadan di Yaman dirayakan dengan khidmat, dan aktivitas ibadah kolektif masih bertahan di tengah keterbatasan.
•Data: Pew Research Center 2018 mencatat 98% orang Indonesia menilai agama penting, menjadikannya salah satu negara paling religius di Asia Tenggara.
•Analisis: Religiusitas Indonesia tercermin dari jumlah masjid yang mencapai lebih dari 800.000, serta perayaan hari besar agama yang menjadi bagian dari identitas nasional. Indonesia juga unik karena memadukan iman dan keberagaman dalam satu semboyan: Bhinneka Tunggal Ika.
•Data: Survei Gallup International 2017 menunjukkan 94% masyarakat Pakistan menempatkan agama sebagai hal terpenting dalam hidup.
•Analisis: Pakistan lahir dari gagasan “tanah air bagi umat Islam” setelah pecah dari India pada 1947. Sampai sekarang, agama bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas nasional yang tak tergoyahkan.
•Data: Data Pew Research 2018 mencatat 96% warga Bangladesh menganggap agama penting.
•Analisis: Di tengah keterbatasan ekonomi, iman menjadi sumber kekuatan masyarakat. Ramadan, Iduladha, hingga perayaan keagamaan lainnya dirayakan secara nasional, dengan kepatuhan sosial yang sangat tinggi.
•Data: Data Pew Research 2021 menyebut 84% orang India menganggap agama sangat penting, dengan 75% rutin hadir di tempat ibadah.
•Analisis: India adalah rumah lahir Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme, sekaligus salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar dunia. Religiusitas di India bukan hanya soal ritual, melainkan identitas budaya yang merasuk hingga ke politik.
•Data: Data Pew Research Center 2018 melaporkan 92% warga Filipina sangat religius, salah satu tertinggi di Asia Tenggara.
•Analisis: Filipina adalah negara dengan populasi Katolik terbesar ketiga di dunia. Tradisi keagamaan seperti Semana Santa (Pekan Suci) dan Misa Natal selalu dipadati jutaan orang. Gereja di Filipina bukan hanya pusat spiritual, tetapi juga penggerak politik dan sosial.
Jika dibandingkan dengan Eropa yang cenderung sekuler, Asia masih menjadi benteng religiusitas global. Ada tiga pola besar yang muncul:
1. Religiusitas sebagai hukum: Afghanistan, Pakistan, dan Yaman menjadikan agama dasar sistem negara.
2. Religiusitas sebagai budaya nasional: Indonesia, India, dan Bangladesh menghidupi agama dalam setiap aspek budaya dan tradisi.
3. Religiusitas sebagai identitas sosial: Filipina menunjukkan bahwa agama bisa menjadi perekat bangsa sekaligus penggerak politik.
Tujuh negara tersebut memperlihatkan wajah Asia yang religius; iman bukan sekadar urusan pribadi, tetapi fondasi sosial, politik, dan budaya. Dari azan di Kabul, doa Rosario di Manila, hingga puja mantra di Varanasi, agama tetap menjadi denyut nadi yang membuat Asia berbeda dari benua lain.
Asia bukan hanya benua terbesar di dunia, tetapi juga rumah bagi keragaman keyakinan. Dari Himalaya hingga Samudera Pasifik, agama menjadi nadi kehidupan sosial, budaya, dan politik.
Survei global seperti Pew Research Center, Gallup International, hingga World Values Survey berulang kali menegaskan: masyarakat Asia cenderung jauh lebih religius dibanding Eropa atau Amerika Utara. Berikut ini tujuh negara paling religius di Asia.
Baca Juga: Negara Paling Religius di Dunia, Indonesia Bukan Nomor 1 tapi Jauh di Atas Arab Saudi
7 Negara Paling Religius di Asia
1. Afghanistan (Syariat Islam Jadi UUD Negara)
•Mayoritas agama: Islam Sunni.•Data: Survei Pew Research Center 2015 menunjukkan lebih dari 99% warga Afghanistan menyebut agama sangat penting dalam hidup mereka.
•Analisis: Di Afghanistan, agama dan politik menyatu. Syariat Islam dijadikan undang-undang dasar (UUD) negara. Praktik keagamaan di negara ini dipantau ketat, terlebih setelah Taliban kembali berkuasa. Religiusitas di sini bukan hanya ekspresi iman, melainkan fondasi negara.
2. Yaman (Taat Beragama di Tengah Konflik)
•Mayoritas agama: Islam (Sunni dan Syiah).•Data: Studi Gallup 2020 menyebut 98% masyarakat Yaman menganggap agama penting, salah satu tertinggi di dunia.
•Analisis: Meski dihantam perang saudara dan krisis kemanusiaan, agama tetap jadi perekat sosial. Negara ini juga baru saja dibombardir Israel pada hari Minggu, imbas konflik Israel-Houthi Yaman. Meski dilanda konflik, Ramadan di Yaman dirayakan dengan khidmat, dan aktivitas ibadah kolektif masih bertahan di tengah keterbatasan.
3. Indonesia (Negara 800.000 Masjid)
•Mayoritas agama: Islam (87%), dan sisanya Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.•Data: Pew Research Center 2018 mencatat 98% orang Indonesia menilai agama penting, menjadikannya salah satu negara paling religius di Asia Tenggara.
•Analisis: Religiusitas Indonesia tercermin dari jumlah masjid yang mencapai lebih dari 800.000, serta perayaan hari besar agama yang menjadi bagian dari identitas nasional. Indonesia juga unik karena memadukan iman dan keberagaman dalam satu semboyan: Bhinneka Tunggal Ika.
4. Pakistan (Identitas Islam Mengakar)
•Mayoritas agama: Islam (96%).•Data: Survei Gallup International 2017 menunjukkan 94% masyarakat Pakistan menempatkan agama sebagai hal terpenting dalam hidup.
•Analisis: Pakistan lahir dari gagasan “tanah air bagi umat Islam” setelah pecah dari India pada 1947. Sampai sekarang, agama bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas nasional yang tak tergoyahkan.
5. Bangladesh (Religiusitas di Negeri Dataran Rendah)
•Mayoritas agama: Islam (90%).•Data: Data Pew Research 2018 mencatat 96% warga Bangladesh menganggap agama penting.
•Analisis: Di tengah keterbatasan ekonomi, iman menjadi sumber kekuatan masyarakat. Ramadan, Iduladha, hingga perayaan keagamaan lainnya dirayakan secara nasional, dengan kepatuhan sosial yang sangat tinggi.
6. India (Rumah Besar Hindu)
•Mayoritas agama: Hindu (80%), Muslim (14%), sisanya Sikh, Kristen, Buddha, dan Jain.•Data: Data Pew Research 2021 menyebut 84% orang India menganggap agama sangat penting, dengan 75% rutin hadir di tempat ibadah.
•Analisis: India adalah rumah lahir Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme, sekaligus salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar dunia. Religiusitas di India bukan hanya soal ritual, melainkan identitas budaya yang merasuk hingga ke politik.
7. Filipina (Vatikan-nya Asia)
•Mayoritas agama: Katolik Roma (lebih dari 80%).•Data: Data Pew Research Center 2018 melaporkan 92% warga Filipina sangat religius, salah satu tertinggi di Asia Tenggara.
•Analisis: Filipina adalah negara dengan populasi Katolik terbesar ketiga di dunia. Tradisi keagamaan seperti Semana Santa (Pekan Suci) dan Misa Natal selalu dipadati jutaan orang. Gereja di Filipina bukan hanya pusat spiritual, tetapi juga penggerak politik dan sosial.
Jika dibandingkan dengan Eropa yang cenderung sekuler, Asia masih menjadi benteng religiusitas global. Ada tiga pola besar yang muncul:
1. Religiusitas sebagai hukum: Afghanistan, Pakistan, dan Yaman menjadikan agama dasar sistem negara.
2. Religiusitas sebagai budaya nasional: Indonesia, India, dan Bangladesh menghidupi agama dalam setiap aspek budaya dan tradisi.
3. Religiusitas sebagai identitas sosial: Filipina menunjukkan bahwa agama bisa menjadi perekat bangsa sekaligus penggerak politik.
Tujuh negara tersebut memperlihatkan wajah Asia yang religius; iman bukan sekadar urusan pribadi, tetapi fondasi sosial, politik, dan budaya. Dari azan di Kabul, doa Rosario di Manila, hingga puja mantra di Varanasi, agama tetap menjadi denyut nadi yang membuat Asia berbeda dari benua lain.
(mas)
Lihat Juga :