Menteri Zionis Perintahkan Panglima Militer Israel: 'Kepung Gaza, Biarkan Warganya Mati Kelaparan'

Senin, 25 Agustus 2025 - 09:27 WIB
loading...
Menteri Zionis Perintahkan...
Para menteri Zionis Israel, termasuk Bezalel Smotrich, memerintahkan Panglima Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir untuk kepung Gaza dan biarkan penduduknya mati kelaparan. Foto/Yonatan Sindel/ Flash90
A A A
TEL AVIV - Para menteri Zionis secara terbuka memerintahkan militer Israel mengepung Jalur Gaza dan membiarkan penduduknya mati kelaparan. Perintah itu disampaikan kepada Panglima Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir.

Mereka berseteru dalam diskusi Sabtu malam mengenai "Operation Gideon’s Chariots 2 [Operasi Kereta Perang Gideon 2]", sebuah serangan skala besar yang direncanakan disertai evakuasi massal di Kota Gaza.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menuntut tindakan yang lebih keras terhadap warga Palestina yang masih bertahan di Kota Gaza.

Baca Juga: Israel Bombardir Istana Presiden Yaman usai Houthi Serang Zionis dengan Bom Cluster

"Kami memerintahkan Anda (untuk melaksanakan) operasi cepat. Menurut pendapat saya, Anda dapat mengepung mereka. Siapa pun yang tidak mengungsi, jangan biarkan mereka. Tidak ada air, tidak ada listrik–biarkan mereka mati kelaparan atau menyerah. Inilah yang kami inginkan, dan Anda mampu (melakukannya)," katanya, seperti dikutip dari Channel 12, Senin (25/8/2025).

Zamir membalas, memperingatkan bahwa jadwal yang sembarangan tidak realistis secara militer dan bergantung pada kondisi medan perang.

"Kami beroperasi di wilayah lain, di Khan Younis dan Rafah," katanya. Dia menekankan, "Realitas militer membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang."

Perdebatan semakin memanas ketika Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir turun tangan, menuduh Zamir ragu-ragu, dan bertanya: "Apakah Anda takut pada jenderal advokat militer?"

Smotrich kemudian menuduh Zamir menentang perintah politik dan menghalangi tindakan tegas, dengan mengatakan: "Ini bukan yang diperintahkan oleh pimpinan politik. Anda tidak ingin mengalahkan [Hamas]."

Zamir membalas: "Anda tidak mengerti apa-apa. Anda tidak tahu apa itu brigade atau batalion. Ini butuh waktu."

Menurut laporan Channel 12, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para menteri senior, termasuk Israel Katz dan Ron Dermer, tetap diam, hanya menunjuk pada "tekanan AS yang meningkat" untuk solusi cepat.

Kabinet dijadwalkan untuk kembali bersidang pada hari Selasa untuk melanjutkan pembicaraan mengenai serangan Gaza dan potensi kesepakatan pertukaran tahanan, menurut laporan Times of Israel.

Israel telah membunuh lebih dari 62.600 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong Palestina itu, yang kini menghadapi kelaparan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di Jalur Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved