Seorang Suami Tewas usai Berhubungan Intim dengan Selingkuhan, Keluarga Korban Tuntut Kompensasi Rp1,2 Miliar

Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:06 WIB
loading...
Seorang Suami Tewas...
Seorang suami di China tewas setelah berhubungan intim dengan wanita selingkuhannya di hotel. Keluarga korban menuntut kompensasi Rp1,2 miliar kepada wanita simpanan dan pihak hotel. Foto/SINDO News
A A A
BEIJING - Seorang suami di China tewas setelah berhubungan intim dengan wanita selingkuhannya di sebuah kamar hotel. Skandal ini berbuntut panjang karena keluarga korban menuntut kompensasi 550.000 yuan (Rp1,2 miliar) kepada wanita simpanan tersebut dan juga kepada pihak hotel.

Pengadilan, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Minggu (24/8/2024), mengabulkan sebagian dari gugatan keluarga korban dengan memerintahkan wanita simpanan tersebut untuk membayar kompensasi 62.000 yuan (Rp140 juta).

Penyebab kematian pria berusia 66 tahun bermarga Zhou ini adalah infark miokard akut atau semacam serangan jantung, menurut surat keterangan dokter yang dikeluarkan oleh rumah sakit setempat, yang dikutip Red Star News.

Baca Juga: Wanita 85 Tahun Ini Kaget Didiagnosis HIV karena Tak Berhubungan Seks sejak 20 Tahun Lalu

Beberapa jam sebelum kematiannya, Zhou berhubungan seks dengan kekasih gelapnya, yang diidentifikasi sebagai Zhuang, di sebuah hotel di Kabupaten Pingnan, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan pada 14 Juli 2024.

Istri dan putra Zhou menggugat hotel dan Zhuang karena tidak memenuhi kewajiban mereka untuk menyelamatkan Zhou.

Mereka menuntut ganti rugi sebesar 550.000 yuan (Rp1,2 miliar), yang kemudian ditambahkan pengadilan sebesar 70.000 yuan (Rp158,8 juta) untuk biaya pemakaman, sehingga totalnya menjadi 620.000 yuan (Rp1,4 miliar).

Zhou dan Zhuang bekerja bersama di sebuah pabrik pada tahun 1980-an. Mereka bertemu lagi di sebuah pesta pada tahun 2023.

Pada 24 Juli 2024, Zhou check in di sebuah hotel dan mengajak Zhuang untuk bergabung.

Menurut Zhuang, mereka berhubungan seks sebelum tertidur. Ketika terbangun, dia mendapati Zhou tidak bernapas.

Mengira Zhou telah meninggal, Zhuang ketakutan dan bingung harus berbuat apa.

Karena menderita hipertensi, Zhuang pulang terlebih dahulu untuk minum obat penurun tekanan darah.

Ketika kembali ke hotel dan tidak bisa membuka kamar tempat dia menginap bersama Zhou, dia meminta bantuan petugas hotel untuk membuka pintu.

Saat memasuki kamar, mereka mendapati Zhou tidak menanggapi teriakan mereka. Petugas hotel tersebut memanggil ambulans dan polisi.

Dokter dan petugas polisi kemudian mengonfirmasi bahwa Zhou telah meninggal dunia.

Polisi menemukan bahwa Zhou juga menderita hipertensi dan sebelumnya pernah mengalami stroke.

Pengadilan memutuskan bahwa kematian Zhou disebabkan oleh kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, dan Zhuang harus menanggung tanggung jawab utama.

Zhuang awalnya hanya bersedia bertanggung jawab secara sekunder karena dia tidak mengetahui riwayat penyakit Zhou sebelumnya.

Pengadilan juga menyatakan bahwa Zhuang meninggalkan kamar dan kembali satu jam kemudian, melewatkan waktu terbaik untuk menyelamatkan korban.

Selain itu, putusan tersebut menyatakan bahwa dengan berselingkuh dengan Zhou, meskipun mengetahui bahwa Zhou telah menikah, Zhuang telah melanggar ketertiban umum dan adat istiadat.

Akhirnya, pengadilan memutuskan bahwa Zhuang harus membayar keluarga Zhou sebesar 10 persen dari jumlah total 620.000 yuan.

Pengadilan menambahkan, hotel tidak bersalah dan oleh karena itu tidak diwajibkan membayar apa pun karena Zhou meninggal di dalam kamar, bukan di tempat umum.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
Mahfud MD Berkemas Usai...
Mahfud MD Berkemas Usai Pamitan dengan Pegawai Kemenko Polhukam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved