Donald Trump: Saya Ingin Masuk Surga Jika Memungkinkan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:22 WIB
loading...
Donald Trump: Saya Ingin...
Presiden AS Donald Trump ingin masuk surga dengan cara mendamaikan Rusia-Ukraina. Foto/Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap menjadi perantara perdamaian antara Rusia dan Ukraina akan memberinya tempat di surga. Di masa lalu, Trump yang seorang Kristen non-denominasi yakin dia bisa masuk surga dengan berbuat baik.

Berbicara dengan Fox and Friends hanya sehari setelah menjamu para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan bahwa membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina juga dapat menguntungkannya.

Para pemimpin tersebut bertemu ketika Trump terus mendorong diakhirinya perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak Februari 2022.

Baca Juga: Trump Klaim Perang Rusia-Ukraina Tak Lagi Menuju Perang Dunia III

“Jika saya bisa menyelamatkan 7.000 orang seminggu dari kematian, saya pikir itu cukup—saya ingin mencoba masuk surga jika memungkinkan, saya dengar saya tidak berhasil. Saya benar-benar berada di posisi terbawah,” kata Trump dengan nada bercanda.

“Tetapi jika saya bisa masuk surga, ini akan menjadi salah satu alasannya,” imbuh dia, yang dikutip dari The Independent, Kamis (21/8/2025).

Salah satu janji kampanye Trump adalah untuk menengahi perdamaian antara kedua negara yang berperang tersebut.

Baru-baru ini, Trump juga menyatakan bahwa dia ingin memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dan yakin dia pantas mendapatkannya atas upayanya dalam membantu meredakan ketegangan antara beberapa negara, termasuk Iran-Israel, India-Pakistan dan Thailand-Kamboja.

Namun, mengakhiri salah satu konflik terbesar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir akan menjadi kesuksesan besar yang dapat membawa Trump meraih penghargaan yang telah lama didambakannya. Hanya saja, Trump kesulitan meyakinkan Rusia untuk hadir di meja perundingan damai dengan Ukraina.

Pekan lalu, Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya sejak 2019. Dalam pertemuan tatap muka di Alaska, kedua pemimpin mulai membahas apa yang diperlukan Rusia untuk memulai negosiasi damai dengan Ukraina.

Putin telah menegaskan bahwa Moskow tidak bersedia memulai gencatan senjata segera—sesuatu yang telah didukung oleh para pemimpin Eropa lainnya dan Trump. Rusia kemungkinan juga akan meminta Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayahnya sebagai imbalan atas diakhirinya kekerasan yang telah merenggut ratusan ribu nyawa.

Diskusi antara Putin, Trump, Zelensky, dan para pemimpin Eropa lainnya kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa hari dan minggu mendatang seiring upaya AS untuk menengahi kesepakatan guna mengakhiri perang yang mematikan ini.

Trump tampaknya termotivasi untuk menengahi perdamaian antara kedua negara—jika bukan demi dunia, demi dirinya sendiri.

Trump, penganut Kristen non-denominasi yang taat, sebelumnya mengatakan bahwa dia yakin dia bisa masuk surga dengan berbuat baik.

“Jika saya baik, saya akan masuk surga dan jika saya jahat, saya akan pergi ke tempat lain—seperti di sana, kan?” kata Trump kepada pembawa acara Fox News, Laura Ingraham, tahun lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved