Proyek Permukiman Baru Israel akan Gusur 7.000 Warga Palestina di Tepi Barat

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:17 WIB
loading...
Proyek Permukiman Baru...
Pasukan Israel melindungi pemukim Israel yang mencegah warga Palestina mengakses tanah mereka di kota Sa’ir, Hebron, timur laut Tepi Barat pada 18 Agustus 2025. Foto/Wisam Hashlamoun/Anadolu Agency
A A A
TEPI BARAT - Satu proyek permukiman baru Israel akan menggusur paksa sekitar 7.000 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Kantor Gubernur Yerusalem memperingatkan hal itu pada hari Senin (18/8/2025), dilansir Anadolu.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Israel sayap kanan Bezalel Smotrich, yang juga mengawasi aktivitas permukiman di Kementerian Pertahanan, menyetujui rencana pembangunan lebih dari 6.900 unit permukiman di dalam dan sekitar permukiman Ma'ale Adumim.

Smotrich mengatakan proyek E1 bertujuan menghubungkan Ma'ale Adumim ke Yerusalem dan memutus kontinuitas wilayah Palestina antara Ramallah dan Betlehem.

Kantor Gubernur Yerusalem mengatakan 22 komunitas Badui di wilayah tersebut akan terdampak langsung oleh proyek permukiman tersebut.

Menyebut proyek tersebut sebagai skema kolonial Israel, kantor tersebut memperingatkan rencana tersebut akan mengisolasi komunitas Jabal al-Baba dan Wadi Jamil dari kota Al-Eizariya di dekatnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa secara konsisten menganggap permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ilegal menurut hukum internasional dan merupakan hambatan serius bagi solusi dua negara yang layak.

Keputusan Israel menghidupkan kembali proyek E1 diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dengan Palestina dan komunitas internasional, menurut media Israel.

Peace Now, kelompok hak asasi manusia Israel, menggambarkan rencana tersebut sebagai "pukulan telak" bagi solusi dua negara, memperingatkan rencana tersebut akan membagi Tepi Barat dan semakin mengisolasi Yerusalem Timur.

Para pengamat mengatakan dorongan baru untuk proyek tersebut tampaknya merupakan respons terhadap pengumuman baru-baru ini oleh negara-negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Australia, bahwa mereka bermaksud mengakui kenegaraan Palestina dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada bulan September.

Palestina menekankan Yerusalem Timur tetap menjadi ibu kota negara masa depan mereka, dengan mengutip resolusi internasional yang menolak pendudukan Israel tahun 1967 dan aneksasi kota tersebut pada tahun 1980.

Sejak dimulainya tahun kedua perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, 1.014 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional memutuskan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai ilegal dalam opini konsultatif, yang mendesak evakuasi semua permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved