Miliki Video Pembantaian 51 Jemaah Masjid, Tentara Selandia Baru Jadi Mata-mata Asing

Senin, 18 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
Miliki Video Pembantaian...
Seorang tentara Selandia Baru, untuk pertama kalinya, dinyatakan bersalah atas percobaan spionase untuk kekuatan asing. Foto/NZ Herald
A A A
WELLINGTON - Pengadilan militer menyatakan seorang tentara Selandia Baru bersalah atas percobaan spionase untuk kekuatan asing pada hari Senin (18/8/2025). Ini adalah vonis spionase pertama dalam sejarah negara tersebut.

Tentara itu tertangkap basah menawarkan peta dan foto pangkalan militer kepada seorang perwira yang menyamar sebagai agen intelijen untuk negara ketiga, menurut pengadilan militer.

Nama tentara pria tersebut, negara yang dia coba jadikan penerima informasi intelijen, dan nama perwira yang menyamar saat menangkapnya, semuanya dirahasiakan oleh pengadilan.

Baca Juga: Teroris Pembantai 51 Jamaah Masjid Christchurch Ingin Banding atas Vonis Bui Seumur Hidup

Dia adalah orang pertama yang dihukum karena spionase oleh pengadilan Selandia Baru dan orang kedua yang diadili setelah seorang mantan pegawai negeri dibebaskan dari tuduhan spionase pada tahun 1975.

Tentara tersebut mengakui telah melakukan percobaan spionase, mengakses sistem komputer untuk tujuan yang tidak jujur, dan secara sadar memiliki publikasi yang tidak pantas.

Dia memiliki salinan video siaran langsung pembantaian 51 jemaah dua masjid di Christchurch pada Maret 2019 oleh teroris supremasi kulit putih Brenton Tarrant.

Menurut pengadilan, tentara tersebut menjadi orang yang menarik perhatian setelah serangan Christchurch ketika polisi menindak kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan.

"Saat mengawasinya, pemerintah Selandia Baru menyadari bahwa dia telah melakukan kontak dengan pihak ketiga, yang mengindikasikan bahwa dia adalah seorang prajurit yang ingin membelot," demikian ringkasan dokumen yang dibacakan oleh jaksa penuntut.

Seorang perwira yang menyamar kemudian melakukan kontak dengan calon mata-mata tersebut, dengan mengaku berasal dari negara asing tersebut.

Tentara itu mengatakan dia dapat memberikan pemetaan dan foto-foto. "Dia mungkin dapat memasukkan perangkat rahasia ke Markas Besar Angkatan Darat," kata pihak pengadilan, seperti dikutip AFP.

Dia memberikan direktori telepon beberapa kamp militer, termasuk informasi yang diklasifikasikan sebagai terlarang.

Masih menurut pengadilan, tentara itu memberikan penilaian kerentanan di Kamp Militer Linton, serta kode akses dan informasi yang memungkinkan akses tanpa izin ke kamp dan Pangkalan Udara Ohakea di dekatnya.

Saat penggeledahan di rumah tentara itu, ditemukan amunisi dinas, begitu pula drive komputer yang berisi rekaman video penembakan dua masjid di Christchurch, dan manifesto pelaku penembakan.

Tentara pria tersebut belum dijatuhi hukuman.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Benarkah Pelayan Cantik...
Benarkah Pelayan Cantik Ini Perwira Elite China yang Memata-matai Elon Musk?
Sosok Eileen Wang, Wali...
Sosok Eileen Wang, Wali Kota di AS yang Ketahuan Jadi Mata-mata China
Wali Kota di AS Ini...
Wali Kota di AS Ini Didakwa Bertindak sebagai Agen China
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved