Diserang Pasukan Ukraina, Jenderal Terkenal Rusia Kehilangan Lengan dan Kaki
Senin, 18 Agustus 2025 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Moskow menegaskan kelima wilayah itu bagian dari Rusia setelah referendum. Namun Kyiv tidak mengakui referendum tersebut.
Sementara itu, Zelensky menolak tekanan Trump terhadap Kyiv agar membuat kesepakatan damai dengan Moskow. Dia menegaskan kembali bahwa gencatan senjata harus dilaksanakan lebih dulu sebelum membahas detail kemungkinan penyelesaian akhir perang.
Zelensky menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang akan mendampinginya ke Washington untuk berunding dengan Trump pada hari Senin.
Pemimpin Ukraina tersebut mengeklaim bahwa Moskow telah mengajukan "banyak tuntutan" terkait penyelesaian perang dan bahwa Kyiv perlu diberitahu tentang tuntutan tersebut.
"Jika memang ada banyak tuntutan seperti yang kita dengar, maka akan butuh waktu untuk membahas semuanya," ujarnya.
Menurut Zelensky, mustahil bagi Ukraina untuk bernegosiasi "di bawah tekanan senjata."
"Gencatan senjata dan kerja sama cepat untuk mencapai kesepakatan akhir sangat penting," katanya.
Rusia telah berulang kali menolak tuntutan gencatan senjata Ukraina, dengan mengatakan bahwa jeda pertempuran akan dimanfaatkan oleh Kyiv untuk mempersenjatai kembali dan menyusun kembali pasukannya.
Zelensky juga mengesampingkan kemungkinan memberikan konsesi teritorial kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai, dengan mengatakan bahwa "perdagangan tanah" dilarang oleh konstitusi negara Ukraina.
Sementara itu, Zelensky menolak tekanan Trump terhadap Kyiv agar membuat kesepakatan damai dengan Moskow. Dia menegaskan kembali bahwa gencatan senjata harus dilaksanakan lebih dulu sebelum membahas detail kemungkinan penyelesaian akhir perang.
Zelensky menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang akan mendampinginya ke Washington untuk berunding dengan Trump pada hari Senin.
Pemimpin Ukraina tersebut mengeklaim bahwa Moskow telah mengajukan "banyak tuntutan" terkait penyelesaian perang dan bahwa Kyiv perlu diberitahu tentang tuntutan tersebut.
"Jika memang ada banyak tuntutan seperti yang kita dengar, maka akan butuh waktu untuk membahas semuanya," ujarnya.
Menurut Zelensky, mustahil bagi Ukraina untuk bernegosiasi "di bawah tekanan senjata."
"Gencatan senjata dan kerja sama cepat untuk mencapai kesepakatan akhir sangat penting," katanya.
Rusia telah berulang kali menolak tuntutan gencatan senjata Ukraina, dengan mengatakan bahwa jeda pertempuran akan dimanfaatkan oleh Kyiv untuk mempersenjatai kembali dan menyusun kembali pasukannya.
Zelensky juga mengesampingkan kemungkinan memberikan konsesi teritorial kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai, dengan mengatakan bahwa "perdagangan tanah" dilarang oleh konstitusi negara Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :